Seorang Janda Tua Miskin tinggal di Gubug reot berharap dapat bantuan pemerintah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Serang Banten – Program RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni) adalah sebuah program sangat diharapkan yang dinantikan oleh setiap warga tidak mampu yang memiliki tempat tinggal rusak, seperti rumah milik Nenek Jahanah (65) warga Kp. Cidahu Rt/Rw 001/002 desa Cidahu kecamatan Kopo kabupaten Serang.

Nenek Jahanah seorang Nenek lansia yang memiliki rumah tidak jauh dari kantor desa Cidahu ini mengaku sudah beberapa kali rumahnya didatangi pegawai desa untuk diajukan sebagai penerima manfaat Rutilahu, namun harapan itu tak kunjung tiba, dan sampai sekarang belum juga tersentuh

Nenek jahanah yang pekerjaan sehari-harinya berjualan Kangkung ini menceritakan, usaha dagang kelilingnya hanya berpenghasilan Rp 20-25 sehari, dimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirasa tidak cukup.

“Nenek berjualan keliling setiap harinya nak, dalam sehari kadang 20 sampai 25 ribu, buat sehari-hari nak dan tetangga kadang kasih uang ada juga beras, dan ada pun warga sekitar sudah berupaya memberikan perhatian,dan ada memberi uang buat beli makan sehari hari ada pula sebagian warga memberikan berupa beras sembako,” ujannya kepada awak Mitrapol.

Hasil uang yang pernah dapat dari swadaya tetangga warga sekitar pernah terkumpul sebesar 2 juta rupiah yang akan nanti dilakukan untuk memperbaiki gubuknya.

Itu dibenarkan warga sekitar ketika di wawancara oleh awak media membenarkan.

“Ya namanya sumbangan hanya muter di lingkungan, dapat dananya pun yang terkumpul sebesar 2 jutaan,” ungkapnya.

Dan uang itu sudah saya belanjakan untuk membeli matrial seadanya seperti Selkon dan Kusen Pintu.

Suanda Ketua Rt 001/002 desa Cidahu saat mendampingi Nenek Jahanah menyampaikan bahwa rumah warganya di Bulan puasa kemaren sempat roboh,

“Saya sudah mengajukan kepihak desa masalah rumah ibu Jahanah ini. pihak dari desa pun sudah sempat melihat kondisi rumah nenek jahanah dan sudah didata oleh pemerintah desa,” ucap Rt

Nenek jahanah (65) bercerita lirih kepada media dan sesekali menyeka air matanya ,

“Belum ada yang pernah meninjau rumah saya nak, kalau yang Foto-foto sudah banyak,” ucapnya.

Harapan Nenek Jahanah mengharapkan perhatian pemerintah untuk segera membantu agar rumahnya bisa di perbaiki bukan hanya foto-foto.

Semoga pemerintah berkenan memperbaiki rumah saya, karena rumah ini jika hujan turun pasti bocor dan dinding dari rumbia merembes, terkadang hujan di malam hari itu saya selalu was was nak, ucapnya lirih

Kepada awak media, Jahanah meminta bantu menyampaikan harapannya kepada pemerintah dan pihak terkait di kabupatenSserang. “Tolong bantu ya nak,” ucapnya lirih.

Saat awak media ingin meminta konfirmasi mendatangi kantor kecamatan Kopo, Camat tidak ada ditempat sedang ada di luar,

Setelah beberapa kali dicoba meghubungi telepon selulernya. Camat kopo memberi tanggapan lewat telepon

“Nanti saya konfirmasi ke desa Cidahu, terkait kondisi gubuknya, setelah itu nanti saya ke TKSK kemudian kami usulkan ke BASDA,” ujar Camat Kopo

Awak media pun berupaya meminta konfirmasi ke Kepala Desa.

Kepala desa Cidahu membenarkan ada warganya atas nama nenek Jahanah,”Kami dari pihak desa sudah berupaya mengajukan proposal terkait pengajuan Rutilahu ke TKSK kecamatan Kopo bagian penanganan sosial,” ujar kepala desa.

 

 

Pewarta : Ismail

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *