Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan selenggarakan seleksi calon Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Kementerian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan menggelar seleksi penjaringan calon Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah secara virtual di SMP N 1 dan SMP N 2 Nunukan Kaltara.Selasa (6/10).

Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan H. Junaidi.SH didampingi Kabid Pembinaan Ridwan As. S.Sis, mengatakan, seleksi ini dilakukan kepada mereka yang belum memiliki sertifikasi secara nasional, sesuai dengan Permendikbud Nomor 6 tahun 2018.

Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tersebut, disebutkan untuk mengangkat seorang guru menjadi Kepala Sekolah itu harus memiliki sertifikat Kepala Sekolah atau memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).

Jadi setiap yang mau diangkat menjadi Kepala Sekolah, sesuai Permendikbud Nomor 6 tahun 2018, harus memiliki sertifikat dan berdasarkan ketentuan dipersyaratkan sarjana (S1). Kedua memiliki pangkat minimal minimal 3C, dikecualikan bagi daerah khusus itu diperbolehkan minimal Pangkat 3B, kemudian mereka ini juga harus mengikuti seleksi.

Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan H. Junaidi.SH

Seleksi yang kita laksanakan bekerjasama dengan LP2KS Solo Jawa Tengah hari ini adalah tes seleksi substansi yang mereka ikuti selama 7 hari secara daring atau virtual.

LP2KS tersebut adalah lembaga yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan yang khusus yang menangani tentang Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.

Adapun peserta calon Kepala Sekolah ini memang ada yang sudah menduduki jabatan Kepala Sekolah dan juga ada yang dari Guru. Seleksi ini terbuka bagi Kepala sekolah dan Pengawas. Dari Kementerian Pendididkan, Kabupaten Nunukan hanya diberi jatah sebanyak 50 orang.

Kita hanya diberi jatah 50 orang, karena kondisi darurat Covid -19, kita lakukan secara daring atau virtual, setelah mereka nanti dinyatakan lulus tes atau seleksi substansi maka mereka wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 3 Bulan di Nunukan.

Metodenya adalah in-on-in on, artinya mereka masuk selama satu Minggu kemudian mereka melaksanakan tugas di sekolah 25 hari, papar Ridwan.

 

 

Pewarta : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *