Tingkatkan potensi SDM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan laksanakan seleksi calon Kepala Sekolah dan Pengawas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan melaksanakan tes substansi calon pengawas dan calon kepala sekolah.

Seleksi yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti 65 peserta, terdiri dari 15 calon pengawas dan 50 calon kepala sekolah. Seleksi ini dilaksanakan untuk memilah dan memilih calon kepala pengawas dan kepala sekolah yang memiliki potensi di Kabupaten Nunukan.

Tes ini bertujuan untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM), terutama para guru, baik itu kepala sekolah dan juga pengawas, agar mereka nantinya dapat mengelola sekolah dengan baik dan juga meningkatkan pelayanan pendidikan di perbatasan dengan sebaik-baiknya.

Berikut wawancara wartawan Mitrapol dengan Gumolung Bonte Kepala Sekolah SMP Negeri 02 Nunukan salah seorang peserta seleksi.

“Kami selaku Kepala Sekolah sangat mendukung program dari Dinas Pendidikan yang mengadakan seleksi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, Untuk kepala sekolah sudah ada yang menjabat dan sudah berjalan, namun mereka belum mendapat sertifikat kepala sekolah, begitu juga dengan pengawas,” ujar Gumolung Bonte. Selasa (6/10/2020).

Gumolung Bonte, Kepala Sekolah SMP Negeri 02 Nunukan Kalimantan Utara

Lanjutnya, pada prinsipnya kami berterima kasih dan siap membantu kelancaran seleksi ini, kami mendukung untuk kelancaran itu dengan menyediakan fasilitas seperti internet dan ruangan, serta akses-akses lain akan disiapkan oleh sekolah untuk SMP 2 dan SMP 1

Jurnalis : Apakah selama ini semua Kepala Sekolah yang mengikut seleksi ini belum memiliki sertifikat ?

G.Bonte : Benar, mereka belum memiliki sertifikat, oleh karena itu sesuai dengan aturan Kementerian Pendidikan, bagu yang belum memiliki sertifikat kompetensi, kepala sekolah maupun pengawas harus mempunyai sertifikat.

Jurnalis : Adakah peraturan mengatakan bahwa Kepala Sekolah tidak lagi sebagai pengajar karena sudah memiliki sertifikasih Kepala Sekolah ?

G. Bonte : Bukan tidak mengajar lagi, sebetulnya kalau memang di satu satuan pendidikan maksudnya tidak ada gurunya ya mau tidak mau dia tetap juga harus turun terjun membantu mengajar, tapi dia sudah di pisah tugas pokoknya yaitu manajerial supervisi dan wirausaha kalau memang sekolah itu tidak ada gurunya tetap juga mengajar tatap muka.

Harapannya mungkin menepis adanya campur tangan itu penguasa di kabupaten itu menepis 0% yang jelas kalau dia sudah ada daftarnya urutannya terus kebutuhan sekolah membutuhkannya mereka mohon sudah siap dengan kompetensi kepala sekolah dan pengawas yang itu yang diharapkan kedepannya,

Jurnalis : Kenapa di Nunukan belum dilakukan pembelajaran tatap muda ?

G. Bonte : Proses belajar tatap muka hanya tinggal menunggu perintah dari Dinas Pendidikan dan tim gugus tugas ermasuk tim kesehatan dari puskesmas atau dari dinas kesehatan Nunukan, sekolah tinggal menunggu perintah, pada dasarnya semua sekolah sudah siap melaksanakan belajar dengan tatap muka.

 

 

Pewarta : Yuspal.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *