Tidak transparan, Dinas Pertanian Kota Metro diduga selewengkan ratusan juta DBH – CHT

  • Whatsapp
Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Heri Wiratno SP, saat ditemui awak media, Jum'at (9/10/20).

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Menindaklanjuti pemberitaan Mitrapol sebelumnya, terkait dugaan penyelewengan DBH- CHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ) oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro. Serta adanya perbedaan keterangan dari Dinas Pertanian dan APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) sebagai penerima anggaran. Tim media menemui Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro Heri Wiratno.

Adapun DBH – CHT dari Kementerian Keuangan yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan bersama Dinas Kesehatan Kota Metro, terhitung sejak tahun 2018 – 2020 berjumlah Rp.665.424.000 ( enam ratus enam puluh lima juta empat ratus dua puluh empat ribu rupiah ).

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan PMK 222/PMK.07/2017 secara detail diatur penggunaan DBH CHT minimal 50% untuk bidang kesehatan yang mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam hal ini dikelola bersama Dinas Kesehatan Kota Metro.

Saat di konfirmasi,Roni Kuswanto selaku Ketua APTI Kota Metro menjelaskan,bahwa tidak pernah menerima bantuan dana dan telah vakum dalam organisasi.

“Saya sejak tahun 2015, beberapa tahun lalu saya vakum dari organisasi. Jika bantuan dana selama ini tidak ada,tetapi hanya bantuan bibit dan mesin rajang tembakau ditahun 2019.Sekarang ini kami tanam tembakau secara mandiri dan luasnya sangat sedikit hanya 1 ha,karena sulit perawatannya dan petani malas menanam tembakau. Saya sering dihubungi pak Darmadi dari Dinas Pertanian Metro menanyakan jumlah anggota,” jelas Roni, Rabu (5/8/2020).

Kabid TPHP Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Herman (tengah) saat diwawancarai awak media.

Selain itu, Darmadi sebagai Kasi Perbenihan Produksi dan Perlindungan dari Dinas Katahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, mengaku tidak mempunyai kewenangan memberikan jawaban.

“Saya hanya pegawai kroco mas dan saya tidak tau apa-apa, silahkan temui saja pak Kadis,” ungkap Darmadi pada awak media, Jum’at (9/10/2020).

Selanjutnya, Herman selaku Kabid TPHP juga hendak diwawancarai, berdalih baru menjabat dan tidak mengetahui aliran dana DBH – CHT tersebut.

“Saya belum tahu tentang dana tersebut, tetapi perlu diketahui bahwa saya menjabat mulai tahun 2020, sebelumnya pak Wiji yang sekarang sebagai sekertaris. Yang jelas dana itu dikelola juga oleh Dinas Kesehatan Kota Metro, minimal 50 %,” ungkapnya.

Sementara itu, Heri Wiratno,SP selaku Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro mengatakan akan mengklarifikasi atas pernyataan Ketua APTI tidak menerima bantuan tersebut.

“Enggak mungkin tidak menerima, ya nanti dikomfirmasi aja pak Roni, bawa aja kesini. Nanti kita cek dulu bukan panggil – panggil.Saya kurang paham ,karena yang menangani ini pak Wiji yang dulu menjabat,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan secara rinci dan jelas tentang penggunaan dana DBH – CHT tersebut.Justru pihak Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan Perikanan Kota Metro memberikan jawaban berbelit – belit yang membingungkan tim media.Sehingga menimbulkan pertanyaan di kemanakan uang negara tersebut. Ada dugaan bahwa DBH – CHT telah diselewengkan oleh Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan Perikanan Kota Metro.

Terkait hal ini, kedepan tim media juga akan meminta tanggapan kepada salah satu LSM di Kota Metro untuk bisa menindaklanjutinya permasalahan dana DBH – CHT .

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *