Kadis PUPR Kota Subussalam : Proses lelang pekerjaan pembangunan Jembatan Pelayangan tetap dijalankan jika tidak ada sanggah banding

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kota Subussalam – Kadis PUPR Kota Subussalam Ir.Alhaddin mengatakan kepada awak Mitrapol via what Apps jika proses lelang Jembatan Pelayangan tetap dijalankan jika tidak ada sanggah banding oleh para peserta lelang tersebut ucapnya.

Mitrapol menanyakan kepada Kadis PUPR Kota Subussalam mengenai kesalahan perusahaan yang memberikan sanggahan terhadap pekerjaan tersebut sehingga mereka dapat dikalahkan padahal dalam posisi urutan penawaran nomer dua (2) terendah sehingga Negara dapat diuntungkan dan Kadis PUPR Alhaddin membalas via messenger what Appsnya jika penawaran terendah bukan yang harus menang,semuanya ada proses evaluasinya dan yang paling tau kesalahannya adalah pokja ULP dari hasil laporan mereka nanti saya baru tau dimana kelemahannya, dan Kadis PUPR mengatakan jika dirinya belum menerima laporan dari mereka ucapnya.

Sementara itu Mitrapol menghubungi juga salah satu pemberi dukungan peralatan yaitu PT. Krueng Meuh mengenai dugaan tidak diakuinya surat dukungan alat dari perusahaan tersebut kepada PT. Lubuk Indah oleh pokja dan kami Mitrapol mendapatkan jawaban via whats Apps bahwa PT. Krueng Meuh mengakui bahwa itu benar dukungan dari perusahaannya akan tetapi tidak melalui SOP yang benar dan awak media menanyakan jika itu berarti orang perusahaan bapak dapat di laporkan secara pidana,maka jawabannya silahkan jika itu mau mereka dan saya sudah jawab ke pokjanya di zoom untuk memastikan dukungannya ungkapnya.

Paket Pekerjaan Jembatan Pelayangan di Kota Subussalam ini semakin menarik perhatian masyarakat dikarenakan tercium “aroma” Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), diharapkan aparat penegak hukum segera menelusurinya jangan sampai tunggu kerugian Negara karena melakukan pencegahan juga merupakan tugas Penegak Hukum yang berwewenag terhadap hal tersebut.

Sementara Ketua Umum Lembaga Advokassi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) mengatakan kepada Media Mitrapol jika jawaban Kadis PUPR Kota Subussalam dan jawaban pemberi dukungan alat yaitu PT.Krueng Meuh “berbau misteri” dan “penuh kejanggalan”, ucap Ketua Umum LASKAR, Teuku Indra.

Masih menurut Teuku Indra Yoesdiansyah,SKM,SH jika jawaban Kadis PUPR Kota Subussalam yang mengatakan bahwa proses pelelangan ini akan terus berjalan jika tidak ada sanggah banding akan tetapi Kadis PUPR Kota Subussalam itu juga belum mengetahui bagaimana proses tender tersebut mendapatkan sanggahan dari peserta lelang, ini kan terindakasinya adanya “main mata” dan seharusnya Kadis PUPR Kota Subussalam itu menjawab nanti saya akan chek dulu informasi yang saya terima ini ke Pokja dan jika tidak sesuai prosedur maka akan saya lakukan tindakkan sesuai aturan yang berlaku termasuk membatalkan pemenang yang ditetapkan oleh pokja, bagaimana beliau mengatakan secara yakin kepada awak media jika proses lelang ini tetap diteruskan jika tidak ada sanggah banding walau beliau belum menerima laporan dari pokja, ini kan sangat aneh ungkap Ketum LASKAR.

“Setali tiga uang” jawaban pemberi dukungan peralatan yaitu PT.Krueng Meuh mengatakan jika surat dukungan yang diberikan kepada PT. Lubuk Indah tidak sesuai SOP, ini lebih aneh lagi dikarenakan pernyataan PT. Krueng Meuh seakan-akan telah mengkhianati perusahaan yang telah diberikan dukungan peralatan oleh perusahaannya itu dan jika ada masalah internal di PT. Krueng Meuh tidak boleh merugikan pihak lain yang tidak terlibat dengan permasalahan internal PT.Krueng Meuh tersebut ucap Ketum LASKAR.

Ketua Umum LASKAR,Teuku Indra Yoesdiansyah,SKM,SH mengingatkan kepada setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri maupun orang lain atau satu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara diatur dalam Undang-undang tipikor pasal 2 ayat (1) dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah tutupnya.

Akankah Misteri ini dapat diungkapkan oleh Para Penegak Hukum…?

Ntahlah…!

Hanya Tuhanlah yang tau.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *