Ormas Cipayung Mimika Unjukrasa Tolak UU Ciptaker

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Organisasi mahasiswa yang tergabung didalam Cipayung yakni HMI, GMNI, GMKI, dan PMII Kabupaten Mimika, Papua melakukan aksi unjukrasa dalam menolak undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) atau Omnibus Law yang baru disahkan DPR-RI.

Aksi tersebut berlangsung di lokasi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, pada Selasa, (13/10).

Unjukrasa dari kelompok Cipayung Mimika itu sebenarnya dijadwalkan berpusat di Gedung DPRD Mimika namun pihak Kepolisian mencegah dan mengarahkan untuk dilakukan di halaman Kantor DLH yang kebetulan berpaspasan dengan Honai KNPI Mimika.

Massa diarahkan untuk tidak mendatangi Gedung DPRD lantaran anggota dewan Mimika sedang melakukan rapat tentang penetapan Peraturan Daerah (Perda).

Perwakilan dari mahasiswa dan kelompok Cipayung Mimika yang dibatasi hadir karena situasi Pandemi Covid-19 itu kemudian berorasi sembari menunggu kedatangan Anggota DPRD Mimika untuk menyampaikan aspirasi.

Selang beberapa jam kemudian, tiga orang anggota DPRD Mimika yakni Herman Gafur, Redy Wijaya dan Matius Yanengga menyambangi dan menerima aspirasi dari kelompok Cipayung tersebut.

“Kami kesini dengan tujuan yaitu meminta DPRD Mimika untuk menyurati Presiden dan DPR-RI agar menolak UU Omnibus lauw,” kata salah satu orator didalam Aksi tersebut.

Massa menilai, UU Cipta Kerja yang disahkan tersebut menjadi polemik lantaran DPR tidak transparan dan terkesan terburu-buru untuk mengesahkan UU Ciptaker sedangkan Draftnya belum terlihat dan menduga kuat belum final pembahasan.

“Bagaimana bisa UU itu disahkan, sementara Draftnya belum ada. Ini menyangkut kehidupan masyarakat bawah, sehingga harus transpan dan tidak merugikan masyarakat. Kami menilai ini sangat merugikan masyarakat sehingga terjadi demo dimana-mana,” ujar orator dalam aksi tersebut.

Massa kemudian membacakan empat tuntutan pernyataan sikap dihadapan tiga anggota dewan.

Empat pernyataan sikap yang disampaikan oleh organisasi Cipayung adalah, “Pertama, organisasi ini bersama pemuda Kabupaten Mimika menolak dengan tegas Undang-undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Kedua, meminta agar anggota DPRD Mimika dengan tegas menolak UU Cipta Kerja karena mengancam hak-hak masyarakat adat di Mimika.

Ketiga, Kabupaten Mimika bukan tanah kosong yang seenaknya bisa dimasuki oleh para kapitalis.

Dan keempat, meminta agar Bupati Mimika bersama anggota DPRD menolak secara tegas undang-undang Cipta Kerja karena bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan di NKRI,” demikian tuntutan yang dibacakan oleh perwakilan massa aksi dan selanjutnya diserahkan ke wakil Rakyat.

Menanggapi orasi yang disampaikan, Anggota DPRD Mimika, Herman Gafur mengatakan, pihaknya menerima aspirasi tersebut dan selanjutnya berharap bersama Pemerintah Kabupaten Mimika mengawal dan menyampaikan ke tingkat pusat.

Meski demikian, Legislator dari Komisi B DPRD Mimika ini meminta agar Mahasiswa lebih mempelajari isi dari UU Ciptaker yang sudah disahkan DPR-RI tersebut.

“Jadi terkait Draft UU Ciptaker, kita semua belum tahu. Oleh karena itu saya ingin sampaikan kepada kita semua bahwa persetujuan dan penolakan dilihat pada apa yang menjadi substansi dari isi UU tersebut yang sekarang menjadi pro dan kontra,” kata Harman Gafur didampingi dua legislator lainya yakni Redy Wijaya dan Matius Yanengga.

“Kami terima aspirasi ini dan akan sampaikan kepada pimpinan kami dan berharap bersama Pemerintah menindaklanjuti tuntutan rekan-rekan mahasiswa,” pungkasnya.

Disamping itu, Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata melalui Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju, mengapresiasi dan berterimakasih wakil Rakyat yang telah menyambangi dan menerima aspirasi dari kelompok Cipayung Mimika.

“Trkait dengan aksi ini, materinya sudah disampaikan. Maka harapan kami (Polisi-red) tidak perlu diperpanjang lagi. Apa yang disampaikan selanjutnya akan menjadi perhatian DPRD dan Pemerintah Daerah,” tutupnya.

Selama aksi unjukrasa berlangsung dijaga ketat aparat TNI-POLRI.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *