Dandim 0736/ Batang berikan materi kebangsaan “Menolak Faham Radikalisme”

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jateng — Komandan Kodim0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto menghadiri acara yang di selenggarakan oleh MUI Kecamatan Tersono sekaligus mengisi materi kebangsaan, bertempat di Aula Rumah Makan Kampung Sawah, Desa Rejosari, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang Jawa Tengah, Selasa ( 13/10/20 ).

Pada acara Halaqoh Kebangsaan tersebut, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto memberikan materi “Menolak Faham Radikalisme”. Momen tersebut dimanfaatkan oleh Dandim Batang untuk memperkenalkan diri dan maksud keberadaannya selama melaksanakan tugas dinas sebagai Dandim 0736/Batang.

”Radikalisme itu merupakan tindakan yang akan melakukan perubahan secara cepat yang tidak mengindahkan aturan. Dengan cara keras atau brutal seperti bom bunuh diri dan lainnya,” terang Dandim.

Dandim juga menjelaskan bahwa tujuan Radikalisme adalah mengklaim kebenaran beragama bagi kelompoknya sendiri, sedangkan kelompok yang lain salah. Merasa paling paham dengan doktrin agama, merasa punya otoritas dan menghakimi kelompok yang berbeda agama. Dalam jihadnya apapun di perbolehkan termasuk bom bunuh diri, pembantaian dan mengkalim mereka adalah satu – satunya ajaran yang paling benar, jelasnya

Yang menyebabkan adanya mereka berbuat seperti itu di antaranya faktor kemiskinan, kurangnya pendidikan akan mudah disusupi faham radikalisme, dengan orang semakin berpendidikan akan semakin kritis, Marjinalisasi adalah orang yang terpinggirkan atau disisihkan merasa tidak terpakai.

Lanjutnya, tujuan terorisme dan radikalisme di Indonesia antara lain mendirikan Negara Islam di Indonesia yang notabenya banyak berbagai suku , adat istiadat. Contoh kejadian di Indonesia yang pada tahun 99 awal kerusuhan Ambon, konflik di Kalimantan (antara Jawa dan Madura), Bom Natal, Bom Bali 1 2002, Bom JW Marriot di Jakarta. Pelatihan para militer di Jantho dan lain- lain.

Untuk mencegahnya kita harus melaksanakan bersama dalam memberikan pemahaman faham radikalisme , mempererat ukhuwah Islamiyyah dengan hidup berdampingan bersama, kita sesama muslim bersaudara”.

Suku, ras, agama, budaya, adat istiadat merupakan kekayaan dan keberagaman dari bangsa Indonesia, Kita harus jaga serta hidup rukun berdampingan.

“Agama Islam bukan agama Kekerasan, sinergitas antara TNI, Polri dan pemerintah bersama masyarakat yang harus tetap kita laksanakan dan terus kita jaga,” pungkas Letkol Inf Dwison.

Sementara Camat Tersono H. Bambang Urip Widodo M.M mengucapkan terima kasih karena sudah memfasilitasi Halaqoh Kebangsaan. Bahwa ancaman radikalisme sangat memprihatinkan, yang mana kalau melihat tahun-tahun belakang banyak kejadian.

“Dengan harapan para ulama dapat menyampaikan ke masyarakat tetang paham ini, dengan cara pendekatan humanis dan baik. Ini merupakan salah satu tugas kita bersama, saling menjaga sehingga kondisi bisa kondusif. Mudah mudahan generasi muda yang berada di wilayah Tersono dapat di berikan pengertian mengenai Paham radikalisme, sehingga tidak mudah terprovokasi dan di masuki paham radikalisme yang keras,” tutur Bambang

Selanjutnya KH. Ijroh Saputro mewakili Ketua MUI Batang KH Zaenul iroki secara resmi membuka Halaqoh Kebangsaan. KH. Ijroh mengatakan bahwa MUI Kabupaten Batang setiap hari Selasa keliling di tiap Kecamatan menyelenggarakan acara Halaqoh Kebangsaan, ini yang ke enam kalinya di selenggarakan di Tersono. Dengan mengikuti Kegiatan yang di laksanakan MUI Jawa Tengah.

Sebab radikal itu pasti ada, apa yang disampaikan oleh narasumber disampaikan kepada masyarakat. Kegiatan ini di selenggarakan agar paham radikalisme tidak berkembang di Kabupaten Batang, tutupnya.

Hadir pada acara Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto, Kasdim Mayor Kav. Haryono, Danramil Tersono atau yang mewakili, Kapolsek Tersono, Ketua MUI diwakili KH. Ijroh Saputro, Camat Tersono H. Bambang Urip Widodo, Para Ulama.

 

 

Pewarta : Irul/Herry/Imam

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *