Gara-gara cekcok, Pria ini nekat bakar istrinya hingga tewas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Halteng – Press Release Polres Halmahera di tengah proses penyelidikan dugaan tindak pidana PKDRT dan atau anirat mengakibatkan MD sebagai tindak lanjut viralnya postingan status di medsos FB tentang dugaan suami bakar istri yang terjadi didesa lelilef sawai kecamatan weda tengah kabupaten Halmahera Tengah. Kamis (15/10).

Satreskrim melaksanakan Giat olah TKP dan Pemeriksaan awal saksi-saksi terkait Kasus Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan atau Penganiayaan mengakibatkan seseorang Meninggal dunia.

Nama Korban NJ, MK lahir Manado 05-11-1995 Jenis Kelamin Perempuan Alamat Rab-rab arakan Kecamatan Tatapan Kabupaten Minsel Provinsi Sulawesi Utara

Pelaku atasnama FS P. lahir Kali 02-02-1995 Jenis kelamin laki-Laki Alamat : Dusun II Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda tengah Kabupaten Halmahera Tengah

Press Release dipinpin langsung oleh Kapolres Halmahera Tengah A Nico, yang didampingi Oleh Sat Reskrim, dan
Kasubak Humas.

Kapolres Menyampaikan sampai sejau ini Untuk melakukan dan mengumpulkan bukti-bukti awal sehubungan permasalahan tersebut Pada pukul 15:45 wit Penyidik melakukan olah TKP Dikamar kos-kosan tempat Korban tinggal namun Status quo telah rusak sehingga Penyidik tidak dapat menemukan Babuk yang ada di TKP yang ada kaitannya dengan Peristiwa tersebut, namun ada beberapa saksi yang penyidik temukan di sekitar kamar kos yang Korban tempati

sehingga saksi saksi tersebut di bawah ke Polsubsektor Weda tengah untuk dimintai keterangan adapun saksi saksi yang telah dimintai keterangan sebagai berikut

Saksi 1.atasnama Oktaviana Sengke asal Manado, 04-10-1987 Jenis kelamin Perempuan Alamat : Dusun Dua Desa Lelilef Sawai. Saksi ll Atas Nama Michael Krisen lahir Manado, 09-05-1983 Jenis kelamin Laki-Iaki Alamat Jaga ll Kel.Kolongan Tetempangan Kecamatan Kalawat Minahasa Utara Provinsi Sulut. Saksi Ill atas nama Rivo Ponomba lahir Kali, 24-09-1985 Jenis kelamin Laki laki Dusun Ill Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda tengah,
Tutur

Kapolres Halteng Pada hari Kamis tanggal 1 Oktober 2020, pukul 10.00. wit Tersangka Saudara FS, P bersama lstrinya (Korban) Saudara NJ MK cekcok (adu mulut) didalam kamar koskosan oleh karena Pelaku merasa kesal dengan sikap dan tingkalaku Korban yang mana setiap kali Pelaku dan Korban bertengkar Korban sering membuat status pada lstagramnya terkait dengan Permasalahan keluarga rumah tangga mereka. Pintahnya

Kemudian Tersangka mengambil peraIatan mandi dan pergi mandi setelah mandi Tersangka masuk ke kamar namun Korban sudah tidak ada didalam kamar namun Tersangka bertanya kepada Saks’i Saudara Rivo Ponomban dengan bahasa ‘ndak lihat kita pe istri kah? Kemudian Saksi Saudara Rivo Ponomban mengatakan bahwa dia (Korban) ada keluar, tersangka pun keluar dan menemukan Korban (istrinya) sedang berada didepan Kos-kosan sedang main Handphone

Namun Tersangka memanggil Korban (istrinya) untuk masuk ke kamar dan antara Korban dan tersangka pada ketika itu juga bersamaan masuk ke kamar untuk itu Tersangka lebih dulu masuk ke kamar dan korban masih didepan pintu kamar kemudian tersangka dengan menggunakan tangan menebas barang barang berupa Piring, gelas serta Dispenser sehingga berserakan diatas lantai kamar dan lantai basah dengan air yang terbuang dari dispenser.

Namun Korban pun masuk dan terjadi adu mulut dengan Tersangka berselang 10 menit sehingga Tersangka mengambil Bensin yang berada di dekat Pintu dan menyiramnya ke kasur tempat tidur yang sedang disandarkan ditembok kemudian menyiramnya lagi dilantai sebanyak kurang lebih 1 1/2 (satu setengah liter) namun tersangka dan korban terus beradu mulut yang kemudian antara Tersangka dan korban berhenti adu mulut dan masing masing meredahkan emosinya.

Kemudian Tersangka yang pada saat itu sedang memegang korek api gas dan menyalahkannya sehingga uap Bensin yang ada pada kamar seketika itu menyambar percikan api pada korek api gas mengakibatkan terjadi kebakaran yang mana pada saat itu Korban sedang dalam posisi berdiri membelakangi tersangka dan pada saat kebakaran tersebut terjadi Tersangka panik dan tidak bisa berbuat apa apa karena mereka berdua suda dalam keadaan terbakar.

Namun Tersangka melihat Pintu kamar terbuka dan melihat saksi Saudara Rivo Ponomban yang pada saat itu berada di pintu kamar kemudian Tersangka keluar dari kamar namun sesampainya di luar kamar kos tersangka berbalik kebelakang melihat korban istrinya tidak keluar dari kamar sehingga tersangka kembali Iagi kekamar mengambil korban istrinya dan sesampainya mereka berdua diluar kamar kos Tersangka meminta bantuan kepada orang orang yg ada didepan kamar kos

tersebut namun karena orang orang tersebut panik dan sedang menyiram nyala api dan kemudian tersangka bersama korban keluar kedepan kos-kosan dan berteriak minta tolong hingga datang dua orang temannya membantu tersangka bersama korban istrinya dan membawanya ke Mobil dan kemudian dibawa ke Puskesmas Weda tengah di Desa Lelilef Waebulen dan kurang lebih 1 (satu) jam tersangka bersama korban dibawa ke RSUD Weda menggunakan Mobil ambulance.

Kemudian sekitar pukul 21.00 wit Korban yang pada saat itu dirujuk dari RSUD Weda ke RSUD Chasan Boesoeiri Ternate dengan menggunakan Mobil ambulance dan tersangka pada jam yang sama sedang dilakukan operasi tim medis dan sempat dirawat di RSUD Weda.

pada hari Minggu tanggal 11 Oktober sekitar pukul 10.00 wit , tersangka keluar dari RSUD Weda Iangsung berangkat ke Ternate sesampainya di RSUD Chasan Boesoeiri Ternate Tersangka melihat istrinya dirawat dan Iangsung masuk ke ruangan dimana Korban dirawat

tersangka melihat didalam ruangan tersebut sudah ada Orang tua Korban Saudara Frans Kemenangan ( Ayah Korban), Gustien Dark Talakehe (lbu Korban) dan Saudara Carl Sabnage ( Saudara sepupu Korban) sedang menemani Korban kemudian kedua orang tua Korban melihat Tersangka masuk dan memanggil tersangka untuk melihat Korban dan pada ketika itu juga Tersangka bersama kedua orangtua korban sama-sama menjaga korban di RSUD Chasan Boesoeiri.

Namun keesokan hariny tepat hari Senin tanggal 12 Oktober 2020 sekitar Jam 10.00 wit. Korban dinyatakan Meninggal dunia dan pada saat itu juga menurut Tersangka bahwa Orang tua Korban menyuruh Tersangka balik keweda dan tidak bisa ikut mengantar korban ke Manado karena Kondisi keselamatan tersangka.

Sehingga pada pukul 16.00 wit Tersangka berangkat dari Ternate menuju Sofifi dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Lelilef Kecamatan. Weda tengah Kabupaten Halmahera Tengah.Terangnya

Bentuk tim dan tinjau atas viralnya pemberitaan Kejadian Suami bakar lstri hidup hidup. namun Tim turun langsung TKP sekaligus olah TKP. hingga Amankan BB dan Pelaku lalu Melakukan lnterogasi / BAI saksi saksi dan pelaku Mengarahkan keluarga korban untuk membuat Laporan Polisi. RTL

Menyiapkan Adm lidik dan Gelar Perkara Iidik ke Sidik
Gelar perkara Sidik ( Saksi ke Tersangka ) dengan persangkaan Pasal sebagai berikut

a) Pasal 44 Ayat (3) UU No 23 Tahun 2004 Tentang PKDRT, berbunyi : Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) korban meninggal dipidana penjara paling lama lima belas tahun atau denda paling banyak Rp. 45.000.000,00.

b) Pasal 351 Ayat (3) KUHP, berbunyi :Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

c) Pasal 359 KUHP, berbunyi : Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun Apabila cukup bukti penyidik tangkap dan tahan pelaku.

 

 

Tim/Af

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *