Munculkan semangat egosentris kesukuan, Abah Anto : Tidak perlu ganti jadi Prov. Sunda, nanti malah kualat

  • Whatsapp
Abah Anton

MITRAPOL.com, Jakarta – Berawal dari diskusi “Dialog Aspirasi Pengembalian Nama Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda” yang dilaksanakan di Perpustakaan Ajip Rosidi, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/10), timbul wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda.

Menanggapi wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat ini, Salah seorang Tokoh Nasional dan Tokoh Budaya Nusantara yang ada di Jawa Barat, Irjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. atau yang biasa disapa Abah Anton, memberikan tanggapannya.

Menurut Abah Anton,”Setelah Sumpah Pemuda kita telah berikrar Berbangsa satu Bangsa Indonesia, kemudian setelah Proklamasi 17 Agustus kitapun telah berikrar pula membentuk satu Negara yakni NKRI, Ujarnya, Jumat Malam (16/10).

Lanjutnya, Dalam arti tidak lagi mengedepankan ego kedaerahan. Tanpa mengurangi kebesaran dan eksistensi keberagaman berbagai Suku-suku yang ada di Bumi Nusantara ini, makanya semboyan kita Bhineka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.

Hal tersebut salah satunya diwujudkan dalam pembentukan awal nama-nama Provinsi yang ada di wilayah NKRI. Telah disepakati para fuonding father kita, penggunaan nama provinsi tidak berdasarkan atas nama sebuah Suku atau Etnis tapi berdasarkan nama Pulau-pulau Besar, jelas Abah Anton.

Karena bila Berdasarkan Suku, di Nusantara ini ada sekitar 700 suku, berarti harus ada 700 Provinsi, karena jika tidak, hal tesebut akan menjadi kecemburuan bagi Suku lain yang tidak jadi nama Provinsi.

Irjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N.

Maka lahirnya Provinsi diambil dari Nama Pulau Besar misal, Pulau Sumatera menjadi Sumatera Utara tidak bernama Provinsi Batak, Sumatra Barat tidak jadi Provinsi Minang, Sumatera Selatan tidak jadi Provinsi Palembang, begitu juga dengan Kalimantan yang sukunya macam-macam, ada Dayak, Banjar, Melayu.Tionghoa, dan lain-lainnya.

Jika nama Provinsi atas dasar nama Suku mana kira-kira yang akan dijadikan Provinsi Dayak, Melayu atau Banjar, karena disetiap wilayah, suku-suku tersebut tersebar hampir merata, sehingga sudah jadi wilayah yang dihuni oleh Suku yang multi etnis.

Demikian juga halnya dengan Jawa Barat yang walaupun dominan Suku Sunda, tidak otomatis harus jadi Provinsi Sunda, karena di Jawa Barat itu juga sejak dulu sudah jadi wilayah yang Multi Etnik, ada Sunda, Jawa, Melayu, Cirebon dan lain-lain.

Penamaan dengan kata Jawa, bukan berarti sebagai simbol suatu Suku atau Etnik tertentu, tapi lebih kepada Nama Pulau tersebut, yakni “Pulau Jawa”.

Masa nanti ada nama Provinsi Jawa Timur tapi tidak ada Jawa bagian Baratnya ???. Jakarta pun tidak jadi Prov. Betawi, Maluku tidak jadi Prov. Ambon, dan seterusnya. Bali juga jadi Prov. Bali bukan karena nama etnisnya tapi karena nama Pulaunya “Bali”.

Demikian juga dengan Riau, Babel dan lainnya, termasuk Aceh. Lampung, Banten bukan atas nama etnis atau suku, tapi atas dasar nama Daerah atau Wilayah tersebut yang memang bernama itu.

Sekarang saya tanya ???, Provinsi mana di Indonesia ini yang dinamai atas nama etnis atau suku tertentu, saya rasa tidak ada, tegasnya.

Karena bila hal tersebut digunakan, akan rawan munculnya Egocentris kesukuan yang berlebihan, dan saya yakin nanti Indonesia berpotensi akan jadi 700 Provinsi.

Sudahlah jangan mempermasalahkan suatu masalah yang bukan masalah. Masih banyak hal lain yang lebih bermanfaat selain hanya mempermasalahkan atau keinginan untuk ganti nama, seperti masalah Covid, masalah kemiskinan, pengangguran dan seribu masalah lainnya.

Justru dengan nama baru berdasarkan nama Etnis tersebut akan memunculkan masalah baru yang tidak sederhana, yang akan mengancam rasa Persatuan dan Kesatuan, menjadi rasa Persatean dan Kesukuan, yang akan menjadikan NKRI makin terpecah pecah, makin tersekat-sekat terjebak dengan semangat kesukuan menuju kearah stereotif Etnik Negatif.

Saya juga sepakat dengan pendapat para pakar yang lain, bahwa berbicara Sunda bukan hanya sekedar sebuah Suku, Bahasa atau Etnik tertentu, tapi lebih besar dari itu, Sunda merupakan sebuah sejarah yang masih menjadi misteri.

Sunda merupakan sebuah ajaran, bahkan Sunda merupakan sebuah peradaban besar dimasa lalu, makanya ada nama Sunda Land, Sunda Besar, Sunda Kecil, Selat Sunda, Gunung Sunda Purba dan lain-lain. Bahkan nama Sunda ada tersebar diberbagai Negara dibelahan Dunia ini.

Sunda bukan hanya sekedar sebuah teritori atau nama wilayah saja, tapi Nama Sunda jauh lebih besar dari itu, jangan kerdilkan nama Sunda ini dengan hanya sekedar menjadi nama sebuah Provinsi….. !!!! nanti malah kualat deh, pungkas Abah Anton.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *