Heboh, Warga Patani Barat diteror OTK

  • Whatsapp
Usman Sekretaris PBB Halteng.

MITRAPOL.com, Maluku Utara- Warga Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) diteror oleh orang tak dikanal (OTK) di lokasi perkebunan warga.

Hal itu diungkapkan oleh Usman Nahrawi. Bahwa, teror ini sudah yang ke Tujuh kali sejak tahun 2019 hingga 2020. Lokasi kejadian teror ini tepat 8 kilo meter (KM) dari pemukiman warga.

Biliasanya OTK ini meneror Warga Bobane Jaya yang sedang bepergian di kebun milik mereka.

Tak hanya itu, teror kali ini (17/10/2020), kembali menimpa warga Moreala dan Sibenpopo.

“OTK tersebut diduga menggunakan alat tajam seperti Panah (Tinis) untuk meneror warga, sama seperti sebelumnya. Jika diteliti, cara masuk ke lokasi kebun dan senjata tajam yang di gunakankan, serta pakaian OTK kali ini, ada dugaan kuat bahwa mereka mengetahui keadaan lokasi perkebunan warga,” kata Usman yang juga Sekretaris PBB Halteng.

“Ada dugaan lain yakni, mereka ini tidak jauh dari wilayah Patani Barat. Peristiwa ini juga membuat saya menduga kejadian penemuan mayat warga Desa Banemo di kilo 8 pada tahun 2018 yang diduga korban pembunuhan,” lanjutnya.

Usman menganalisa, rentetan peristiwa teror di lokasi perkebunan warga Patani Barat kali ini, membuat masyarakat tidak nyaman dan resah.

“Warga Patani Barat rata-rata profesinya sebagian besar adalah petani. Yang pastinya, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, harus ke kebun. Nah, kalau sudah seperti ini, mereka tidak akan berani lagi ke kebun,” katanya.

Sembari mengatakan, “Sementara lokasi perkebunanya tidak aman. Karena itu saya meminta kepada pihak Pemda dan Kapolres Halmahera Tengah segera berkordinasi untuk mengabil langkah kongkrit di lapangan sebelum terjadi korban nyawa,” harapnya.

Usman juga meminta Kapolres Halmahera Tengah, untuk segera mendirikan Polsek di Kecamatan Patani Barat.

“Karena tidak ada Polsek di patani barat sehingga anggota Babin yang di tugaskan di Patani Barat tidak lama bertahan. Ini juga solusi untuk melakukan kordinasi untuk mengatasi masalah keamanan di Patani Barat.

 

 

Tim/Af

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *