Harga komodity tidak sesuai, Program BPNT di Kecamatan Carita diduga hanya memperkaya Supliyer dan oknum tertentu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Pengucuran program BPNT di wilayah Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten diduga kuat hanya memperkaya supliyer dan oknum tertentu, dan hal ini hampir terulang setiap bulannya.

Hal ini diperkuat dengan apa yang diterima oleh KPM dari e-warung yang ditunjuk untuk desa Sukajadi, Kecamatan Carita kebupaten Pandeglang Banten, tidak sesuai dengan saldo yang ada dengan apa yang didapatkan, dan bahkan KPM tidak pernah mengetahui harga satuan diagen yang ditunjuk.

Informasi yang dapat dihimpun oleh Mitrapol.com dari KPM didesa Sukajdi saat disambangi diagen resmi yang ditunjuk ini, bahwa yang diterima hanya Beras 10 Kg, Telor 1 Kg, daging ayam 1/2 kg, dan Jeruk 1 kg, serta Kacang Ijo seplasltik kecil1/4kg.

Kami masyarakat (KPM) hanya sebatas mengambil ke e-warung yang ditunjuk, dan harga satuannya kami tidak pernah mengetahuinya.

Jika diperhitungkan harga pasaran untuk beras yang kami terima hanya perkilonya harga Rp.10.000 x10kg jumlahnya Rp.100.000,telor 1 kg harga pasaran Rp.22.000 x 1kg (pantauan disperindag pandeglang) sejumlah 22.000 ribu,dan kacang ijo 1/4kg x6.000 jika, jeruk pasaran yang bagusnya Rp.12.000,ayam satu ekor dibelah dua diperkirakan 1/2kg 17.000,jadi jumlah keseluruhan Rp.157.000.tegasnya

Mitrapol.com mencoba menggali informasi dari agen didesa Sukajadi untuk pengucuran BPNT bulan oktober 2020, Iskak juga menunggu harga dari pada PT AAM dan mengakui bahwa dirinya hanya sebatas pembagian untuk KPM.

Ia pak, saya sebagai agen (e-warung) yang ditunjuk hanya sebatas pembagian saja, adapun harga dan jenis komodity untuk KPM semua dari PT AAM, untuk masalah harga semua dari PT AAM, terang Iskhak saat disambangi warungnya yang ditunjuk sebagai agen. Senin (19/10/20).

Dari jumlah penghitungan keseluruhan yang diterima oleh KPM adalah Rp.157.000.Jika dicermati dengan saldo yang ada di KKS jumlahnya Rp.200.000,berarti sangat jelas bahwa jumlah uang para KPM sejumlah Rp.43.000 hilang entah kemana.tuturnya.

Dengan apa yang dirasakan oleh KPM dan keterangan dari e-warung sangat jelas dan patut diduga adanya monopoli yang dilakukan oleh Suplier kepada agen yang ditunjuk yang ada di desa Sukajadi khususnya dan di Kabupaten Pandeglang umumnya.

Ditempat terpisah,Royen Siregar Selaku ketua LSM SANRA (Sayap Amanah Nusantara) DPW Banten menyoroti bahwa dalam pendiatribusian program pemerintah dalam BPNT ini kuat dugaan hanya memperkaya Supliyer dan oknum tertentu.

Dikatakan Royen ,Program bantuan sembako merupakan pengembangan dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai program transformasi bantuan pangan untuk memastikan program menjadi lebih tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas,dan tepat administrasi.

Program ini diharapkan dapat memberikan pilihan kepada penerima manfaat dalam memilih jenis, kualitas, harga dan tempat membeli bahan pangan.terangnya.

Nah ini,dari pengaduan masyarakat bahwa tidak pernah mengetahui akan harga satuan yang dia ambil ke agen yang ditunjuk,terus program ini buat apa adanya KKS jika KPM hanya tau ambil dan ambil barang setiap bulannya.

Untuk program Sembako, pemerintah meningkatkan nilai bantuan dan memperluas jenis komoditas yang dapat dibeli sehingga tidak hanya berupa beras dan telur seperti pada program BPNT, namun juga komoditas lainnya yang mengandung sumber karbohidrat, protein hewani,protein nabati maupun vitamin dan mineral sebagai upaya dari Pemerintah untuk memberikan akses Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap bahan pokok dengan kandungan gizi lainnya.

Jika melihat dari prinsip 6T yang menjadi perhatian penuh masyarakat yaitu Tepat Harga,Tepat Sasaran dan Tepat Kualitas.Namun,sangat berbeda ketika ditemukan dilapangan bahwa yang dialami oleh para KPM didesa Sukajadi kecamatan carita,Kabupaten Pandeglang,Banten, diduga tidak tepat harga,kasihan para KPM ayam dikasih hanya setengah kilo,ataupun hanya sebelah daging ayam utuh.terangnya.

Jika perhitungkan dari jumlah uang KPM dalam hitungan pasar yang Rp.43.000 sangat jelas adalah upaya pihak para pengusaha (Suplier) dalam meraih keuntungan tanpa melihat ketentuan prinsip program sembako yakni 6T (Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, Tepat Harga, Tepat Kualitas, dan Tepat Administrasi).

Masih ada pengaduan masyarakat dari desa Sindang Laut,kecamatan carita ini dalam pengucuran bulan yang lalu bahwa KPM merasa dirugikan,dimana untuk ayam yang tadinya masyarakat pulangin untuk direture akibat bau atau busuk dan ternyata ayamnya tidak didapatkan oleh KPM sampai pembagain bulan berikutnya.

Jelas kita menduga bahwa ternyadinya monopoli untuk mengambil keuntungan dari KPM.Hal ini tidak bisa dibiarkan kemana dinas terkaitnya,tugas TKSKnya apa donk,jika ini dibiarkan jangan-jangan ikut kebagian juga,imbuhnya.

 

 

Pewarta : Rapeng.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *