Terbukti aniaya hingga tewas, Pengelola Cafe Mie Aceh divonis satu tahun 8 bulan penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Pengelola Cafe Mie Aceh Delicious Cafe, Mahyudi (37), Agussalim (33) dan Mursalin (32) divonis masing-masing satu tahun 8 bulan penjara, karena terbukti melakukan penganiayaan yang menewaskan Abadi Bangun..

Putusan itu disampaikan oleh Majelis Hakim diketuai Tengku Oyong yang bersidang secara virtual (online) di ruang Cakra-7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (20/10/2020).

Dikatakan, para terdakwa secara bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap korban, yang diawali pertengkaran, terkait pembayaran pesanan nasi goreng.

Peristiwanya, 29 Januari 2020, sekira pukul 02,00 Wib dinihari, korban datang ke Cafe Mie Aceh Delicious Cafe  di Jalan Pasar Baru No. 14 Kel. Titi Rate Kec. Medan Baru, Medan.

Korban memesan nasi goreng, kemudian Agussalim, selaku pekerja mengatar nasi goreng pesanan korban. Nanun saat diminta tagihan , korban mengatakan uangnya nanti diantar oleh seseorang.

Agussalim mengatakan kepada korban agar masalah pembayaran itu disampaikan dulu kepada pengelola cafe, Mahyudi.

Mendengar perkataan Agussalim, korban marah dan langsung melempar bungkusan nasi goreng ke wajah Agussalim, namun Agussalim berhasil menghindar.

Sesudahnya korban beranjak meninggalkan cafe. Sedangkan Agussalim melaporkan peristiwa itu kepada bos cafe, terdakwa Mahyudi

Tidak berapa lama korban.datang lagi  ke  cafe Delicios bersama dengan temannya, sambil membawa sebilah parang.

Melihat korban membawa parang, Mahyudi mencoba menenangkan, namun malah menimbulkan pertengkaran antara Mahyudi dan korban.

Situasi membuat korban kian marah dan mengayunkan parangnya, namun dapat ditangkis Mahyudi.

Spontan terdakwa Mahyudi mengambil balok dan memukulkannya ke kepala korban, sehingga korban tersungkur di aspal.

Lalu muncul terdakwa Mursalin ikut menendang korban dan mengambil parang yang ada tangan korban. Lantas, muncul pula terdakwa Agussalim juga memukul kepala korbsn dengan balok.

Kemudian dalam keadaan sekarat, korban dibawa oleh warga ke RS Siti Hajar, dan akhirnya pihak rumah sakit mengatakan korban telah meninggal dunia.

Menurut majelis hakim perbuatan para terdakwa melanggar pasal 351 ayat 3 jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Putusan majelis hakim lebih rendah dibanding tuntutan JPU, yang menuntut masing-masing terdakwa 2 tahun 2 bulan penjara.

Menanggapi putusan majelis hakim, JPU Rizqi Darmawan menyatakan pikir-pikir. Hal senada juga dikatakan tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa, pikir-pikir.

Usai persidangan bukan berarti masalah tuntas, sebab keluarga korban yang  hadir di persidangan, langsung teriak jika putusan majelis hakim terlalu ringan.

Yosafa Pangaribuan, penasehat hukum keluarga korban mengaku kecewa dengan vonis hakim, untuk itu pihaknya akan menempuh upaya hukum.

“Kami akan menyurati pihak Kejaksaan dan meminta Jaksa mengajukan Banding atas putusan Hakim,” jelas Yosafa kepada wartawan, usai sidang.

 

Pewarta : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *