Gawat, Diduga akibat ulah Kades, seluruh Linmas Desa Plampangrejo Kecamatan Cluring mengundurkan diri

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banyuwangi – Linmas Desa Plampangrejo bersepakat mengundurkan diri, hal tersebut dibuktikan dengan surat pernyataan tertanggal 22 Oktober 2020.

Peristiwa tersebut berawal sejak petugas PPS (Petugas Pemungutan Suara) Desa Plampangrejo menyodorkan nama-nama Linmas (Perlindungan Masyarakat) yang akan bertugas di masing-masing TPS (Tempat Pemungutan Suara) kepada Yudi Wiyono selaku Kepala Desa Plampangrejo untuk diteliti, selanjutnya dikembalikan tanpa dibubuhi tanda tangan.

Suyanto petugas PPS mengatakan lewat via seluler pada Rabu, (28/10/2020) sekira pkl. 10.15. wib. bahwa Kepala Desa tidak tanda tangan dengan alasan ada beberapa Linmas yang doble job dan telah dilingkari nama-nama Linmasnya oleh PPS atas inisiatif Kepala Desa tanpa kordinasi.

Selanjutnya petugas PPS memberitahukan hal itu kepada Danton Linmas kemudian Danton Linmas mengumpulkan personilnya, akhirnya disepakati semuanya mundur dari Linmas dengan alasan Kepala Desa sudah Dua kali mendzolimi anggota Linmas.

Kades Plampangrejo Yudi Wiyono

Hal itu dibenarkan Sulaiman selaku Danton Linmas Plampangrejo. Dia menambahkan ini kali kedua kami merasa resah atas kebijakan Kades, Pertama anggaran Linmas tahun 2019 telah ditetapkan sebesar 15 juta rupiah hingga saat ini belum juga dicairkan, Kedua Linmas dilarang untuk doble job padahal sejak dahulu tidak pernah dipersoalkan.

Saat hampir bersamaan Yudi Wiyono selaku Kepala Desa Plampangrejo menjelaskan lewat via seluler bahwasannya hal itu dilakukan mengingat anggota Limnas yang berjumlah 52 sementara hanya ada 18 TPS sehingga yang doble job di stop untuk ikut kegiatan menjaga keamanan pada Pilkada tanggal 09 Desember 2020 mendatang.

“Hal itu dilakukan mengingat anggota Limnas yang berjumlah 52 sementara hanya ada 18 TPS sehingga yang doble job di stop untuk ikut kegiatan menjaga keamanan pada Pilkada tanggal 09 Desember 2020 mendatang,” ujar Yudi Wiyono

Pada dasarnya dengan adanya perselisihan internal di desa Plampangrejo jelas berdampak pada demokrasi Pilkada Kabupaten Banyuwangi sehingga hal ini sepatutnya diselesaikan secara kekeluargaan dan bersifat segera.

 

 

Pewarta : Rocky Sapulette.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *