Kemenag Pandeglang diduga hamburkan Anggaran, kegiatan Diseminasi Haji disoal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Penyelenggaraan kegiatan Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Angkatan III Tahun 2020, yang dilaksanakan di Aston Anyer Beach Hotel, Kabupaten Serang, oleh Kemendag Pandeglang menimbulkan banyak pertanyaan, para aktivis Pandeglang mempertanyakan kenapa kegiatan tersebut tidak dilaksanakan di Kabupaten Pandeglang.

Seperti yang dikatakan salah seorang aktivis penggiat sosial, Johan Saputera yang mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media, Johan menyesalkan pihak Kemenag Pandeglang yang tidak melaksanakan kegiatan Desiminasi angkatan III itu di wilayah Kabupaten Pandeglang, kenapa harus di Kabupaten Serang.

“Ada apa dengan Kemenag Pandeglang ? Ini harus diselidiki jangan-jangan ada udang dibalik batu yang dilakukan oknum Kemenag Pandeglang dengan memanfaatkan kegiatan tersebut untuk kepentingan tertentu,” ujar Johan, Selasa (27/10/2020).

Dikatakan Johan, kegiatan yang sudah pasti menelan anggaran biaya tentunya harus pula dipertanyakan darimana sumber anggarannya.

“Intinya kenapa pemanggilan peserta dalam kaitan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2020 Angkatan III, harus bertempat di Aston Anyer Beach Hotel, tepatnya di Jl. Raya Karang Bolong KM. 139 Karang Suraga Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, hak tersebut perlu dipertanyakan,” tukasnya

Lanjut Johan, jika pun harus dilaksanakan di Kabupaten Pandeglang, apa salahnya, kata Johan, di Pandeglang juga masih banyak tempat atau lokasi perhotelan yang layak dan mumpuni untuk digunakan.

“Apalagi hanya untuk kegiatan Diseminasi pembatalan keberangkatan Jemaah Haji, kenapa tidak di Pandeglang saja, terlebih penyelenggaranya Kemenag Pandeglang, minimal kegiatan tersebut dapat menarik income atau pendapatan daerah Kabupaten Pandeglang,” imbuhnya

Menyikapi permasalahan itu, Johan mengajak seluruh aktivis pergerakan terutama para penggiat anti korupsi mempertanyakan langsung kepada pihak Kemenag Pandeglang, terutama Machdum Bachtiar, selaku Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

“Tidak saja aktivis, tapi saya meminta wartawan terutama yang tergabung dalam Perkumpulan Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) untuk melayangkan surat permohonan audiensi atau mendesak pihak Kemenag Pandeglang menggelar jumpa pers,” pinta Johan

Dalam jumpa pers itu, Kemenag Pandeglang kiranya dapat menjelaskan sumber anggaran seputar kegiatan yang diikuti oleh 78 peserta, yang terdiri dari unit kerja Kemenag Pandeglang, pada hari Selasa (27/10/2020), Pukul 08:00 s/d 09.00 WIB, sesuai surat yang beredar di media sosial bernomor 4635 /Kw.28.04.02/Hj.00.01/10/2020, dengan ditembuskan kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten,” pungkas Johan.

 

 

Pewarta : Mkls

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *