Budaya Turun Bakul cara unik warga Lebak peringati Maulid Nabi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak, Banten – Budaya Turun Bakul merupakan salah satu simbol religiusitas dan akulturasi yang kini masih melekat disebagian masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Budaya Turun Bakul tersebut kerap dilaksanakan dalam waktu setahun-sekali yakni, setiap tanggal 12 Mulan Mulud pada kalender Hijriyah. Kegiatan ini disebut dengan istilah Turun Bakul lantaran di hari itu, masyarakat akan mengantar berupa Nasi Tumpeng, Ayam Panggang, Telur, dan lainnya dari rumah masing-masing ke Mesjid menggunakan Bakul. namun ada juga sebagian warga yang melaksanakan Turun Bakul di kediaman Tokoh adat.

Liputan mitrapol.com disebuah tempat kegiatan Turun Bakul yang digelar di Kampung Cikawah, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten pada Kamis, (29/10/2020). Sejumlah warga menyambangi rumah tokoh adat sejak pagi sekira pukul 07:00 untuk mengantarkan Bakul-bakul mereka yang berisi makanan untuk di Do’akan oleh sejumlah tokoh agama.

Tidak ada ritual khusus dilakukan begitupun tidak ada syarat khusus untuk makanan yang dibawa dalam wadah bakul masing-masing melainkan hanya dipanjatkan Do’a bersama dan Shadakah makanan seikhlasnya

“Kami memperingati Hari Kelahiran Nabi, Turun bakul ini sudah menjadi tradisi di kampung Cikawah setiap tahun. Turun bakul filosofinya manjalin silaturahmi, kebersamaan, bershadakah dan bertukar rejeki satu sama lain,” kata Subandi Tokoh masyarakat Desa Sobang.

Menurut Subandi, Kegiatan Turun bakul biasa dilakukan pagi hari setelah selesai melaksanakan Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) diisi acara ceramah agama pada malam sebelumnya

“Malam tanggal 12 maulid biasanya warga menggelar Tabligh akbar dulu, esok paginya kami adakan turun bakul,” ujar Subandi.

Kendati tidak semua wilayah di Kabupaten Lebak mengadakan kegiatan Turun bakul, namun budaya seperti ini dapat ditemui di beberapa wilayah seperti Kecamatan cipanas, muncang, Lebak gedong dan Sobang.

Masyarakat setempat menilai, Agama dan budaya merupakan hal yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Keduanya memiliki persamaan, yaitu sistem nilai dan sistem simbol agama dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem yang memuat sejumlah konsepsi mengenal kontruksi realitas berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan menafsirkan dunia sekitar, sementara Budaya adalah eksepsi cipta karya manusi yang berisi nilai-nilai religiusitas, wawasan filosofis dan kearifan lokal (Local wisdom).

 

 

Pewarta : Ubay Pol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *