PT. Tunas Baru Lampung Tbk ingkar janji, Masyarakat gelar unjuk rasa damai kuasai lahan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banyu Asin – Masyarakat Desa Teluk Tenggirik kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin melakukan aksi damai menuntut PT. Tunas Baru Lampung.Tbk untuk penyelasaian persoalan tanah seluas 167 hektar yang belum dibayar akan tetapi sudah ditanam sawit oleh perusahaan, Minggu (28/11/2020).

Tim Kuasa Hukum masyakat Desa Teluk Tenggirik, Dani mengatakan, dari Tahun 2008 tanah ini sudah dikuasai oleh PT.Tunas Baru Lampung dan sudah beberapa kali diajak mediasi, terutama dilakukan di kecamatan antara PT. Tunas Baru Lampung.Tbk dengan masyarakat dan juga sudah melakukan pengukuran tanah seluas 167 Hektar pada tahun 2017 oleh Tim pengukuran dari pihak perusahaan. dan dari 167 hektar ini terdiri dari 30 Warga yang mempunyai hak lahan tersebut,ujarnya

Lanjut Dani, masyarakat melalui yang dikuasakan masyarakat, menginginkan agar dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan duduk bersama dengan Pimpinan PT. Tunas Baru Lampung.Tbk dan pemerintah Kabupaten Banyuasin dapat menyelesaikan penyerobotan lahan hak warga masyarakat yang sudah 12 tahun diakui PT.TBL dengan mengeluarkan surat HGU akan tetapi tidak dapat menunjukkan surat yang sah atas dasar munculnya surat HGU.

Dani meminta agar tidak ingin ada huru hara yang dinginkan dari permasalahan ini akan tetapi ia akan menempuh jalur aksi damai dengan menutup portal serta mengklaim lahan masyarakat sampai waktu tidak ditentukan, mengadakan demo besar-besaran di kabupaten banyu asin apabila perlu kami akan ke Jakarta melakukan aksi di beberapa tempat Dikantor kementerian, Kejagung dan Mabes Polri untuk menyuarakan suara rakyat sesuai dengan Permen No.11 Tahun 2016 tentang penyelesaian sengketa lahan hak, apa bila tidak ada penyelesaian kepada warga teluk Tenggirik,terangnya

Lebih lanjut Dani memaparkan , PT. Tunas Baru Lampung Tbk sudah mendapatkan hasil dari tanam tumbuh dilahan tanah yang telah terisi lahan sawit dengan luas 167 hektar tersebut dari tahun 2015 sampai sekarang, sebenarnya perusahaan seharusnya tanggap dengan cepat menyelesaikan permasalahan ini dengan masyarakat.

Pemerintah sudah melakukan beberapa mediasi pemanggilan kepada pihak perusahaan, terutama oleh asisten 1 dan Wakil Bupati tapi masih juga belum menemui titik temunya dalam permasalahan ini hanya diberikan janji – janji sampai sekarang. Dan lebih ironisnya lagi dalam permasalahann ini, jemput bola sampai ke Jakarta dilakukan oleh Wakil Bupati,Asisten 1 dan Kabid Perkimtan kabupaten Banyu Asin sampai ke kantor pusat di jakarta,bapak Wabup dihubungi oleh MR.Moru General manager PT. Tunas Baru Lampung.Tbk akan menyelasikan permasalahn ini dikota Palembang tapi pada kenyataannya sampai pada hari inipun juga tidak ada keputusannya. Sampai masyarakat memportal jalan poros dan mengklaim tanah yang luasnya 167 hektar, tegasnya

Dalam Aksi Damai kemarin kami masyarakat menunjukkan keseriusan kami memperjuangkan hak kepada pihak PT Tunas Baru lampung.Tbk, kami sudah sabar dari tahun 2008 sampai dengan sekarang tahun 2020,kami juga pernah menyambangi perusahaan yang ada di lampung kami pun pulang dengan kecewa.kalau ada jalan keluarnya yang baik kita juga tidak begini,ini kita lakukan dengan peruhaan dan Pemerintah supaya kami bisa bertemu dengan pimpinan Tunas Baru Lampung.Tbk bukan janji tapi bukti tanah masyarakat dibayar kalau nga begini kalian tidak akan datang,apa artinya juga kami dimata Perusahaan nggak ada apa apanya,buktinya Wabup saja sampai kejakarta ingin ketemu dengan Presiden Direktur PT. Tunas Baru Lampung.Tbk juga tidak di hargai, apa lagi kami Masyrakat, imbuhnya

Dilokasi yang sama Imran dan M. Teram selaku masyarakat yang mempunyai hak di 167 hektar diserobot oleh PT. Tunas Baru Lampung.Tbk, menyampaikan tuntutan sampai sekarang kami belum diselesaikan atas hak kami harus di bayar karena mulai tahun 2008 mulai ditanam sawit dan pada tahun 2015 PT.Tunas Baru Lampung.Tbk sudah menikmati hasil dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2020 berapa milyar perusahaan meraup ke untungkan tanpa sewa dari masyarakat, harapan kami selaku masyarakat kepada perusahaan agar dibayar lunas tanah milik warga, kami tidak menuntut bayar sewa apalagi yang lainnya. Apabila kiranya tidak ada penyeselesian dalam penyerobotan tanah milik kami,maka kami akan melakukan langkah tuntut sampai kemanapun bila perlu kita akan ke pusat dijakarta untuk menyuarakan kebenaran, tuturnya

Perwakilan PT, Tunas Baru Lampung.Tbk Toro mengatakan akan menyampaikan permintaan masyarakat kepada pimpinan perusahaan Manager MR.Moro dengan adanya penutupan jalan poros dan klaim lahan yang dilakukan warga masyarakat teluk Tenggirik kecamatan air kumbang, pungkasnya

 

 

Pewarta : Dan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *