Waww, Dengan dalih untuk disetor kependamping, Ketua Kelompok PKH di Kp. Salabaraang minta uang ke KPM 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Rencana mulia pemerintah mengentaskan kemiskinan warga tidak mampu melalui program PKH (Program Keluarga Harapan), mendapatkan batu sandungan hampir diseluruh Indonesia umumnya dan Kabupaten Pandeglang, Banten khususnya.

Berdasarkan penelusuran mitrapol.com, di Desa Tembong, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, ada laporan yang mengkhawatirkan dari warga penerima bantuan mengenai adanya dugaan praktik pemungutan yang dilakukan oleh oknum Ketua Kelompok Program PKH.

Salah satu warga Kp. Salabarang yang enggan disebutkan namanya ini, merupakan yang salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program PKH, merasa ada tekanan dan merasa dipermalukan oleh ocehan Ketua Kelompok  dikampung tempat ia tinggal.

“Ia pak, saya sebagai KPM merasa kecewa sekali dengan sikap ketua kelompok yang di kampung saya,” terangnya. Kamis (29/10).

Sebenarnya ini urusan istri saya, awalnya setiap pencairan program PKH, Ketua Kelompok selalu datang ke rumah untuk mengumpulkan KKS (ATM) supaya pengambilannya dilakukan oleh Ketua Kelompok.

Biasanya istri saya setiap pencairan memberikan sebagai uang pengganti bensin seperti KPM lain yang berpariatif.

Untuk pengucuran Bulan ini istri saya sudah menitipkan uang sejumlah Rp. 50.000, kepada anak saya untuk diberikan ke Ketua Kelompok, namun anak saya lupa dan tidak memberikannya kepada Ketua Kelompok, karena lupa dan anak saya mengatakan,”ia ini pak masih ada dikantong celana lupa mengasihkannya pak,” ujarnya menirukan ucapan anaknya.

Yang mengiris hati saya, dari ocehan Ketua Kelompok terhadap masyarakat lain dan ocehannya kepada mertua saya pak, tambahnya dengan raut wajah yang marah dan kecewa.

Ibu Sarni datang ke Rumah mertua saya untuk meminta uang yang Limapuluh Ribu itu untuk disetorkan ke pendamping PKH, dan mertua memberitahukannya ke istri saya dan istri saya bilang kesaya, paparnya lagi.

Yang paling mengecewakan saya, Ketua Kelompok masih merasa tidak bersalah dan bahkan melalui lisannya nantangin saya dengan mengatakan,”yah silahkan kamu mau laporkan kesiapa saya gak takut,” terangnya sambil mempraktekannya.

Melalui telepon selulernya, Hamdiah ke Mitrapol.com membantah bahwa tidak mengetahui adanya uang seperti yang disetorkan oleh KPM terhadap Ketua Kelompok dan tidak menerima uang dari Ketua Kelompok.

Masalah yang disalabarang menurut saya hanya salah faham, dan sudah saya pertemukan dan sudah saya jelaskan ke Ketua Kelompok untuk bensin seperti itu terlalu besar, terang Hamdiah.

Dikatakannya, adapun tupoksi Ketua Kelompok untuk program PKH ini untuk utusan KPM jika ada pertemuan dikarenakan jika ada pertemuan tidak mungkin semua KPM dikumpulkan.

Selalu saya sosialisasikan bahwa KKS itu selalu dipegang KPM dan pengambilannya dilakukan oleh KPM dan jelas saya tidak pernah mengarahkan Ketua Kelompok untuk melakukan pungutan terhadap KPM, biarpun itu sebagai pengganti bensin, imbuhnya.

 

 

Pewarta : R. Siregar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *