Dua Ibu Hamil cari keadilan di Polres Nagan Raya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kabupaten Nagan Raya – Dua wanita kakak beradik mendatangi Polres Nagan Raya untuk mencari keadilan dengan melaporkan tersangka D ke SPKT pada hari Senin (26/10) sekitar 11.00 Wib, akan tetapi laporan tersebut diterima sekitar 14.00 wib dan selesai pada sore hari sekitar jam 17.00 Wib.

Kisah pilu nan tragis diceritakan Darliati kepada awak media Mitrapol dengan uraian air mata, yang merasa di zalimi oleh penyidik Polsek Kuala Kabupaten Nagan Raya.

Masih menurut Darliati jika dirinya dan saudaranya merupakan korban pengeroyokkan dari masyarakat gampong lain dan dirinya bersama sang adik hanya membela diri serta secara reflex membalas kepada pelaku akan tetapi kenapa dirinya, saudara dan suami saudaranya yang harus menanggung resikonya hingga pengadilan Nagan Raya memutuskan jika ia dan keluarganya yang bersalah.

Darliati mengatakan jika dirinya pada hari kejadian itu ke Polsek Kuala Nagan Raya memohon untuk di visum dirinya serta adeknya yang berada di rumah sakit akibat pemukulan yang dilakukan oleh warga kampong tetangganya akan tetapi tidak diberikan oleh anggota Polsek Kuala dan anehnya lagi anggota Polsek Kuala Nagan Raya memberikan surat untuk di visum kepada penyerang dirinya beserta keluarganya sehingga kami yang dijatuhi hukuman penjara bukan mereka yang terlebih dahulu menyerang kami ujar Darliati dengan menaggis dan wajah yang menghiba.

Penelusuran Media Mitrapol jika mereka dari keluarga yang kurang mampu dan “buta akan hukum”, akan tetapi tidak didampingi oleh seorang pengacara sehingga diduga menjadi “tumbal hukum” untuk sebuah kebenaran menurut kesimpulan apa yang diceritakan kepada awak media Mitrapol.

Saya (Darliati) dipaksa untuk menanda tangani berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Kanit Reskrim di sebuah Polsek yang berada di Kabupaten Nagan Raya, apa yang saya katakan kepada penyidik polsek bukan seperti yang saya tanda tangani di BAP, semua itu saya lakukan karena dipaksa dan diancam oleh Kanit Reskrim Polsek Kuala Kabupaten Nagan Raya, ya karena terpaksa mau tidak mau saya tanda tangani saja dikarenakan diancam tidak diperbolehkan pulang (di sel) jika tidak mau ungkapnya.

Masih menurut Darliati jika dirinya serta keluarga hanya salah satu korban ketidak adilan di Negeri ini yang terus berjuang mencari Keadilan hukum demi sebuah kebenaran yang hakiki, kami hanya orang miskin pak ucapnya dengan air mata.

Sementara itu awak Media Mitrapol meminta klarifikasi kepada Kapolsek Kuala Kabupaten Nagan Raya dan Kanit reskrimnya terkait hal tersebut, mereka membantah dengan keras hal itu, tidak benar apa yang diucapkan Darliati ucapnya.

Adakah kaitannya, kenapa laporan balek Darliati ke Polres Nagan Raya berjam-jam baru diterima dikarenakan kanit Polsek Kuala sudah pindah tugas di satuan Reskrim Polres Nagan Raya…?

Dilema kah Kanit Reskrim Polres Nagan Raya saat ini karena sewaktu dirinya bekerja di Polsek Kuala si Pelapor Darliati di Polres Nagan Raya merupakan terlapor pada saat itu di Polsek Kuala yang telah mendapatkan keputusan pengadilan…?

Akankah laporan balek Darliati kepada penyerangnya berhasil mendapatkan keadilan hukum walau hasil visum dirinya diduga telah diabaikan sebelumnya oleh anggota Polsek Kuala sehingga bekas-bekas lukanya telah menghilang setelah beberapa bulan mendapatkan keadilan hukum di Polres Nagan Raya…?

Ntahlah….Hanya Tuhanlah yang tau !

 

 

Pewarta : Indra

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *