Sadis..!! Dijanji usaha bareng, Gadis ini kena PHP dan diduga diperdagangkan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nabire – Seorang gadis cantik diketahui masih dibawah umur asal Makassar, Sulawesi Selatan sebut saja “Bunga” menjadi korban pemberi harapan palsu (PHP) dan juga diduga menjadi korban perdagangan manusia atau human trafficking di kota Nabire, Kabupaten Nabire, Papua.

Kasus ini terungkap setelah seorang ibu rumah tangga IRT di wilayah setempat berinisial IB (40) mendampingi Bunga beberkan kronologinya kepada sejumlah Wartawan dan telah melaporkan ke Pihak berwajib.

Kisah PHP berawal dari pertemanan di media sosial Facebook, dimana korban dibujuk oleh seorang teman wanita di Facebooknya berinisial BC.

Kala itu meskipun belum pernah bertatap muka secara langsung, BC mengajak dan meyakinkan Bunga untuk bekerja bareng di bidang penjualan yakni jualan Nasi Kuning di Kota Nabire yang direncanakan pada Februari 2020 lalu.

Gadis berumur 16 tahun ini kemudian tergiur dengan bujuk rayuan BC yang merupakan teman di dunia maya itu dan sepakat untuk kerja bareng.

Bunga kemudian meminta ijin kepada kedua orang tuanya. Atas keyakinan yang diberikan sang anak, kedua orang tuanya merestui keinginannya untuk berangkat dari Sulawesi Selatan menuju Nabire, Papua.

“Tiba di Nabire, saya langsung diarahkan tinggal di salah satu tempat karaoke yang berlokasi di area lokalisasi Nabire. Bahkan sempat dipekerjakan namun tidak lama. Saya diajak BC lagi untuk pindah dan tinggal di rumah Sewa,” kata wanita yang sengaja disamarkan nama Bunga tersebut kepada wartawan didampingi IB di Nabire pada Jumat, (30/10).

Selang beberapa hari tinggal bersama di rumah kost lanjutnya, dia (BC-red) mengajak saya untuk bekerja lagi di tempat karaoke yang berlokasi di area Lokalisasi.

Karena tak punya biaya hidup dan sebagainya, akhirnya Bunga terpaksa mengikuti ajakan BC untuk bekerja sebagai pemandu karaoke di BAR lokalisasi. Disana bunga berkenalan dengan seorang pria hidung belang berinisial T setelah sekian lama bekerja.

T yang diketahui sebagai penjual judi Totok Gelap (togel) itu kemudian membayar pemilik BAR lokalisasi untuk mengeluarkan Bunga dan tinggal bersamanya.

“Pada saat tinggal dengan T, saya dipaksa untuk berhubungan layaknya suami istri, tapi saya tidak mau,” terangnya.

Bunga mengakui, sempat mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh T.

Atas dugaan tindak kekerasan tersebut, Bunga nekat melarikan diri dan mencari perlindungan.

Beruntung, wanita malang ini bertemu dan ditolong oleh seorang IRT warga setempat berinisial IB (40) dan tinggal bersamanya.

“Saya kabur dari rumah dan ketemu dengan Ibu IB. Saya diamankan dan tinggal bersama sampai sekarang. Saat ini saya hanya minta tolong bantu saya untuk pulang,” kata Bunga terbata-terbata sambil mengelus air matanya kepada sejumlah awak media.

Awak media mencoba menelusuri dan mengkonfirmasi DW yang merupakan salah satu pemilik tempat hiburan malam (THM) di area lokalisasi eks tempat Bunga bekerja. DW membenarkan bahwa pernah mempekerjakan Bunga.

Selain itu didukung dengan pernyataan dari kordinator pengusaha pada lokalisasi Samabusa Nabire berinisial KR.

KR menyebut dia mengenal Bunga, dan dengan tegas dirinya menolak untuk dipekerjakan di area lokasilisasi tersebut.

Kapolres Nabire AKBP. Kariawan Barus, S.I.K ketika dimintai keterangan terkait kasus ini menjelaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dan segera melakukan penyelidikan.

“Kita akan melakukan penyelidikan. kalau memenuhi unsur, kita akan lanjutkan ke tingkat penyidikan,” tegas AKBP. Kariawan melalui WhatsApp.

Kapolres menyebutkan, jiika terbukti nantinya, para pelaku akan jerat dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan orang, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun, dan paling lama 15 (lima belas) tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah).

 

Reporter : RK

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *