Kapolda Sumsel terima kedatangan Tim Puslitbang Polri

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Palembang Sumsel – Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM, menerima tim penelitian Efektifitas Implementasi Sistem Keamanan Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu Pasca Pemilu Tahun 2019 dan tim evakuasi standarisasi sistem pengadaan distribusi dan peruntukan senjata apo Pistol di lingkungan Polri wilayah hukum Polda Sumsel. Senin (2/11), bertempat di Ruang Promoter lantai II Mapolda Sumsel.

Puslitbang Polri mengadakan penelitian tentang evaluasi dan standarisasi sistem pengadaan distribusi dan peruntukan senpi laras pendek jenis pistol di Polda Sumsel dan Polres Jajaran.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kombes Pol Syahrial M. Said, SIK dengan anggota Dr. Ir. Chairil Nur Siregar, MS yang merupakan Konsultan dari ITB, Kompol Septi Astuti, ST, MA dan Penata Muda TK 1 Lindaningsih N., SE.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sekaligus menentukan kriteria peruntukan senpi laras pendek jenis pistol bagi anggota Polri sesuai bidang fungsinya masing-masing.

Kapolda mengatakan selama kegiatan disini saya menitipkan untuk jaga kesehatan walau bagaimana pun pandemi covid-19 ini masih ada disekitar kita. Hal – hal yang dibutuhkan oleh tim semaksimal mungkin untuk di penuhi agar tujuan yang diharapkan itu bisa tercapai. Hasil penelitian itu sangat sayang apabila tidak dipergunakan, untuk itu komunikasikan dengan baik untuk membangun hasil penelitian yang bisa dimanfaatkan dengan baik, imbuhnya.

Dalam menyusun kegiatan untuk tahun kedepannya harus benar – benar di perhatikan sesuai dengan kebutuhan dan peruntukkannya sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan di tahun sebelumnya. Untuk itulah maksimalkan tugas dan kinerja selama melakukan penelitian ini supaya dapat dipergunakan bukan hanya sebagai pelaksanaan tugas saja.

Dalam konteks penelitian, antara peneliti dan yang diteliti harus dikomunikasikan dengan baik. Peneliti walaupun melihat apa adanya juga harus melihat situasi yang berkembang pasa saat itu, tidak menjudge berdasarkan pemikiran peneliti itu sendiri.

Peneliti boleh salah tetapi tidak boleh bohong, itu konsep yang harus kita jalankan sesuai realita yang kita implementasikan karena setiap daerah itu berbeda – beda walaupun kita tarik benang merahnya sama akan tetapi dalam kesimpulan yang harus kita perhatikan setiap daerah memiliki keunikan, persoalan, karakteristik dan ciri khas masing – masing, tandasnya.

Berpikirlah general tetapi bertindak lah lokal sehingga ini dapat dimanfaatkan terutama dalam mengambil sebuah kebijakan sesuai dengan situasi kondisi yang berkembang dilapangan. Inilah harapan saya agar kedepan apa yang kita kerjakan ini dapat dilaksanakan dengan optimal dengan hasil yang maksimal demi kemajuan bersama, ujarnya.

 

 

Pewarta : Fendi / Tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *