Didampingi Pangdam, Kapolda Papua pimpin rilis tersangka Jual-Beli Senpi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Papua – Aparat gabungan TNI-POLRI berhasil mengamankan tiga orang tersangka kasus jual-beli Senjata Api (Senpi) di wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

Ketiga tersangka diketahui berbeda profesi diantaranya seorang anggota Polri, seorang mantan anggota TNI, dan satu orang lainya adalah pengusaha.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam keterangan pers yang didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Herman Asaribab menjelaskan bahwa kronologi penangkapan ketiga tersangka berawal dari informasi yang disampaikan oleh petugas Bandara Nabire bahwa seorang penumpang maskapai Wings Air tengah membawa senjata api dalam keadaan terbungkus asal Jakarta pada 21 Oktober 2020.

Dari informasi itu, tim gabungan TNI/Polri kemudian mendatangi Bandara dan mengecek kebenaran. Petugas Bandara dalam kesempatan tersebut membeberkan bahwa seorang penumpang dari Jakarta tujuan Nabire berinisial MJH berprofesi sebagai anggota polri ditemukan membawa Senpi.

Meski kedapatan membawa Senjata Api, pihak bandara tidak melakukan penyitaan karena yang bersangkutan memiliki legalitas barang bukti.

“MJH merupakan oknum anggota Polri aktif dan berdomisili di Cimanggis, Kota Depok. Karena anggota (tim gabungan-red) tetap merasa curiga, kemudian membuntuti kendaraan yang digunakan MJH hingga ke salah satu hotel di Kota Nabire,” kata Paulus dalam keterangan pers yang diterima MITRAPOL pada Selasa, (3/11).

Di hotel itu lanjutnya, tim gabungan TNI/Polri dipimpin Wakapolres Nabire, Kompol Samuel Tatiratu mengamankan MJH serta DC (39).

Selain itu, Petugas juga mengamankan barang bukti berupa tiga pucuk senjata api, yakni jenis M16, M4, dan glock dari tangan tersangka.

Dari hasil pengembangan menyebutkan bahwa tersangka DC sebagai pemilik senjata api laras pendek jenis Glock.

“Dari hasil pemeriksaan, kedua pucuk senjata api tersebut adalah pesanan DC yang juga anggota Perbakin di Nabire,” ujar Kapolda

Sementara itu seorang tersangka lainya yang diamankan berinisial FAS (39), Ia diduga sebagai pemasok Senpi M-16 dan M4 kepada MJH.

FAS diketahui merupakan eks anggota TNI AD dan berdomisili di Sulawesi Barat (Sulbar).

“FAS memiliki peran menerima pesanan dan mencari sendiri senjata api sesuai pesanan MJH,” ujar Waterpauw.

Atas pelanggaran yang dilakukan, ketiga tersangka dijerat dengan delik menerima, mencoba, memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, mengauasai, membawa, mempunyai atau menyimpan, mengangkut atau menyimpan senjata api, amunisi atau bahan peledak secara ilegal.

“Semua barang bukti baik senjata, amunisi, handhone, magazine, (kartu) ATM, maupun KTP sudah disita dengan surat perintah penyitaan tertanggal 21 Oktober 2020,” terangnya.

Ditempat yang sama, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Herman Asaribab, mengatakan penyidikan perkara jual beli senjata api ilegal oleh mantan anggota TNI diserahkan kepada kepolisian.

“Kalau sudah dipecat berarti yang bersangkutan merupakan masyarakat umum,” kata Asaribab.

Pangdam menyatakan, pihaknya akan melacak asal-usul senjata api M-16, sesuai nomor seri yang ada pada senjata tersebut.

“Dengan melihat nomor bisa diketahui keberadaan senjata ini dari mana dan siapa pemiliknya,” tutupnya.

Hingga kini tersangka beserta barang buktinya diamankan di Mapolres Nabire.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *