Ilegal Mining, ilegal Loging dan Minyak ilegal di Aceh siapakah yang bermain… ?

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Provinsi Aceh – Penjarahan isi perut bumi dan hutan serta permainan minyak ilegal di Aceh sudah sangat merajalela seakan tidak ada yang mampu memberantasnya dengan serius.

Media Mitrapol telah menelusuri beberapa tempat di Daerah Aceh dan mendapatkan nama-nama para oknum yang bermain atau membekinginya sehingga kejahatan tersebut dapat berjalan mulus.

Pantauan awak media Mitrapol selama ini jika kejahatan tersebut hanya beberapa saja yang ditangkap oleh aparat Penegak hukum,sekitar dua puluh persenlah dan selebihnya tetap ada yang berkoordinasi didaerah-daerah dengan para oknum demi dapat mengambil keuntungan pribadinya.

Aceh pernah mengalami tsunami yang dahsyat sehingga membuat “geger” Dunia sehingga masyarakatnya trauma untuk tinggal dipesisir pantai dan memilih tempat tinggal yang jauh dari lautan hingga menuju ketempat yang lebih jauh bahkan ada yang memilih tinggal di bawah kaki gunung yang dianggap aman jika terjadi bencana tsunami.

Masyarakat Aceh yang tadinya merasa aman telah memilih tempat tinggal jauh dari bibir pantai menuju dekat pegunungan saat ini kembali khawatir akan “ganasnya” exavator-exavator dan mesin gergaji yang sedang menggerogoti gunung mereka dengan begitu “rakus” nya.

Informasi yang awak Mitrapol dapatkan jika ada oknum-oknum yang mengambil setoran bulanan dari 10 juta sampai 27 juta rupiah perbulannya sehingga mereka mendapatkan keamanan dalam melakukan aksinya tersebut.
Kondisi ini sangat memprihatinkan dikarenakan masyarakat Aceh sudah mulai khawatir akan terjadinya longsor dan banjir bandang sehingga akan mengulang kembali tragedi seperti tsunami saat itu.

Awak Media Mitrapol juga mendapatkan informasi dari masyarakat jika maraknya galian Minerba dan pembalakkan liar ini maka lahirlah para pemain minyak ilegal yang menyuplai exavator dan mesin-mesin pemotong kayu tanpa izin itu dengan dibekingi oleh para oknum.

Media Mitrapol sudah memetakan sekian ratus exavator yang bekerja tanpa izin tersebut untuk dilaporkan ke Polda Aceh dan Mabes Polri secepatnya dengan melampirkan foto-foto dilokasi kerjanya masing-masing.
Pihak Penegak hukum di Aceh sepertinya sudah tidak mampu lagi mengatasi “ganas” nya kejahatan tersebut secara maksimal.

Media Mitrapol akan segera mengirimkan data-data dan bukti kepada Bapak Kapolri agar dapat mengirimkan bantuan personilnya dari Mabes demi selamatnya Aceh dari murkanya alam yang pastinya dapat merugikan Daerah dan masyarakat Aceh.

Kejahatan ilegal mining dan ilegal loging serta minyak ilegal di Aceh ini seperti ada yang mengkoordinirnya sehingga seperti hantu, ada tapi tidak kelihatan.

Tak sanggupkah kekuatan Polisi di Aceh mulai dari Polda,Polres dan Polsek memberantas tuntas kejahatan tersebut…?

Siapa saja kah yang bermain di pusaran para hantu itu…?

Kita tunggu sikap tegas Kapolda Aceh untuk “sikat” para penjahat tersebut demi meyelamatkan masyarakat dan alam Aceh ini…!

Perlukah Kapolda Aceh meminta bantuan Mabes Polri guna menjaga alam Aceh agar tidak terjadinya bencana…?

Ntahlah… Hanya Tuhan dan para hantulah yang tau cerita ini akan berakhir sampai kapan…!

 

B E R S A M B U N G….

 

Pewarta : Indra

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *