Tidak sesuai perencanaan, warga sesalkan kinerja Pamsimas Halteng

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Ketua JPKP Halteng Rosihan Anwar, Menyesalkan Kerja Pamsimas Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di kabupaten Halmahera Tengah provinsi Maluku Utara tahun 2019 lalu. Senin (19/10/2020)

Ketua JPKP menyampaikan Pamsimas adalah produksi sanitasi air yang dibiayai oleh negara melalui penerimaan perpajakan, bea dan cukai.namun Sangat disayangkan Kinerja Pamsimas tidak ada aturan pipa besi pake sambungan pipa hdepe.

Sambungan pipa air pamsimas tidak langsung ke Reservoir, tetapi di sambung ke pipa air yang sudah di pakai oleh warga dan akhirnya mengakibatkan sebagian warga airnya tidak mengalir.

Maka pamsimas III 2019 dinilai gagal di kecamatan patani, di karna lapangan tidak sesuia dengan perencanaan, kalau itu pipa di desa Yeisowo dan Baka Jaya.

Terjadi kesalahan besar untuk perencanaan di Dua desa di kecamatan patani yang pamsimas masuk tapi tidak memahami antara pipa hdepe dan pipi besi sehingga disambungkan.

DC Halteng tidak mampu melihat hal ini jika sewaktu air mengalir cepat tetapi lepat dari sambungan karena bukan pipa hdepe ke hdepe. namun dalam juknis itu pipa harus di masukan ke dalam tanah.” Tegas Warga Yang Meminta Namanya Tidak dipublikasi.

Pipa air bersih dari pamasimas sampai sejau ini belum terealisasi di lapangan 100% karena tidak di tanam dalam tanah, oleh karena itu akan melaporkan ke pihak pihak terkait, dan kami masyarat merasah kerja Fm tidak maksimal mendampingi masyarakat di desa.

dan kerja pamsimas ini dari tahun 2019 sampai tahun 2020 ini kerja belum selesai, ada apa di balik semua kerja pamsiamas III, kami minta kepada Pimpinan pamsimas di provinsi agar lebih jelih melihat kondisi di lapangan., Lanjut Ketua JPKP Halteng.

Wajib karena dana itu bersumber dari dana APBN bantuan Langsung Masyarakat, BLM, maka pamsimas sangat merugikan masyarat yang terjadi di desa Yeisowo dan Baka Jaya.

desa pun shering APBDEs kenapa tidak di belanjakan untuk sambungan rumah SR, hanya pamsimas memanfaatkan pipa masyarat dan kran yang suda ada sehingga laporkan ke propinsi dan ke data sistem infomasi managemen di pusat bahwapekerjaanya sudah semua sr,

saat ini masyarakat bertanya ko desa shering dana tapi tidak di belanjakan pipa untuk sambungan ke halaman rumah atau sambungan rumah maka menduga jadi hal mencari suda bagi pendamping, pamsimas karna Uang.

Sementara sering APBDes 10% masing Masing Desa.50 Juta. dari desa ke Pamsimas, untuk belanja sambungan pipa rumah, atau belanja sr. Pekerjaan pipa di desa tidak sesuai juknis pamsimas, yaitu pipa harus tertanam habis.

 

 

Tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *