Wara Desa Margototo Metro Kibang Lampung Timur keluhkan penyaluran BLT yang tidak tepat sasaran 

  • Whatsapp
Purwanto, Kasi PMD Kecamatan Metro Kibang Lampung Timur saat ditemui awak media, Senin ( 2/11).

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai ) dari anggaran Dana Desa Margototo Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur dikeluhkan warga. Pasalnya warga menduga jika penyaluran BLT tersebut bukan untuk warga miskin, melainkan untuk warga mampu.

Diketahui, bahwa pada tahun 2020 anggaran dana desa Margototo Kecamatan Metro Kibang Lampung Timur berjumlah Rp. 978.007.000.-

Dari informasi yang digali dilapangan, bantuan BLT tersebut tidak tepat sasaran. Ada sebagian warga yang layak menerima bantuan, tetapi tidak mendapatkan bantuan BLT.

Hal senada juga dikeluhkan Yulianes Siregar, warga dusun 2 Margototo Metro Kibang mengatakan, Penerima BLT di sekitar tempat tinggal dirinya bukan diperuntukan pada warga miskin dan seperti tebang pilih.

“Masih banyak warga yang tidak layak yang harus diberikan. Ini yang menerima masih keluarga sekdes.Kami pernah mengusulkan agar kami bisa mendapatkan bantuan,tetapi berkas kami dikembalikan tanpa alasan yang jelas.Padahal berkas sudah lengkap KK , KTP,bahkan sudah ada ACC rekomendasi pak Camat Edi,” ungkap Yulianes kepada awak media, Senin (2/11).

Selain itu, Hermasyah dan Subagio warga dusun 3 Desa Margototo Metro Kibang Lampung Timur, menjelaskan bantuan BLT ada dugaan nevotisme sesamanya.

“Aku ora pernah entok….. (Saya belum pernah dapat.red). Malah seng entok wong kene seng okeh dulure pak Kadus (yang dapat bantuan disini yang banyak saudara Pak Kadus). Selama ini kami tidak pernah mendapatkan bantuan PKH, BST dan BLT dari pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu,Toto Sukendar Kepala Desa Margototo, saat dikonfirmasi mengakui tidak mengetahui secara detail nilai anggaran.

“Saya tidak tahu masalah rincian bantuan BLT, tetapi yang saya ketahui pekerjaan jalan Lapen. Kemudian sisanya itu digunakan untuk bantuan Covid, kalau jumlahnya saya lupa semuanya. Lebih jelasnya temui saja pak Carik Antono,” kata Toto.

Kemudian saat ditemui, Antono selaku carik mengakui, bahwa ada tumpang tindih data dalam penyaluran BLT, sehingga ada sebagian warga belum mendapatkan bantuan.

“Penerima BLT semua ada 110 orang, dan yang menerima bantuan masing – masing kepala keluarga sebesar Rp.2,7 juta.Sebagian warga sudah pernah mengajukan kepada saya, tapi kalau belum mendapatkan bantuan BLT mungkin sudah mendapatkan bantuan BST atau PKH.Artinya tidak bisa lagi mendapatkan bantuan BLT,karena dalam aturan tidak boleh tumpang tindih,” akui Antono.

Guna melengkapi pemberitaan, tim media melakukan konfirmasi kepada Puwanto, Kasi PMD Kecamatan Metro Kibang Lampung Timur, saat ditemui terkait penyaluran dana desa, ia berdalih tidak mengetahui mengenai anggaran dana desa tersebut.

“Kalau menyangkut program kegiatan anggaran dana desa, saya tidak tahu. Jangankan pelaporan, koordinasi kepala desa dengan kamipun tidak pernah. Sekarang pelaporan sudah cukup melalui online,” tutup Purwanto.

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *