Beliadi Apresiasi KPU Ciptakan Pemilu Yang Bersih Terhormat dan Bermartabat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, BELTIM – Beliadi mengapresiasi langkah KPU Beltim terkait kegiatan sosialisasi larangan dan sangsi kampaye. namun Beliadi disamping itu menyayangkan kenapa baru sekarang KPU Melakukan, setelah masuk dipengujung masa kampaye Pilkada Beltim, seharusnya sosialisasi ini dilakukan dua bulan atau sebulan sebelum memasuki masa kampaye.Kamis 05/10/20. Agar seluruh masyarakat dan seluruh elemen yang terlibat dalam pemilu ini, mengetahui dan mengerti betul apa saja yang menjadi rambu – rambu dalam berdemokrasi.

Beliadi menyayangkan sekali, tapi saya tetap mengapresiasi KPU dan Bawaslu yang telah melakukan kegiatan ini. mari, KPU, Bawaslu dan masyarakat kita wujudkan Demokrasi yang bersih,terhormat dan bermatabat.
Karna kita tau saat ini demokrasi kita sudah memasuki era2 yang sedikit rusak, karna bayak sekali oknum oknum, dalam demokrasi ini yang sering melakukan kegiatan dan tindakan yang akan merugikan demokrasi itu sendiri
Seperti mengiming imingi dan menjanjikan memberikan satu barang sebagai alat tukar, yang sebenarnya dalam aturan KPU tidak diperbolekan.”ucap Beliadi

“Beliadi berharap ini bukan hanya sebagai acara seremonial aja tapi harus ada ectionnya langsung dilapangan, karna kita tau kegiatan seperti ini sudah berlangsung sebelum sebelumnya dari Pilpres, pilkada sampai ke Pileg.

Memang hal ini sangat sulit untuk dibuktikan, karna banyak oknum penjahat demokrasi ini sudah dibekali antisipasi dengan berbagai macam cara dan alibinya sehingga sulit untuk dibuktikan.

Beliadi juga Berharap agar KPU, Bawaslu dan kepolisian yang tergabung dalam GAKKUMDU untuk lebih proaktif dalam mengantisipasi atau mencegah kegiatan2 yang melanggar Konstitusi demokrasi ini di masyarakat.
Karna sampai hari ini kita dari partai gerindra sudah bayak melaporkan dalam bentuk janji janji, dan ada juga yang melaporkan langsung kekami tentang penggaran yang nyeleneh yang telah dilakukan, tapi emang sangat sulit untuk dibuktikan. “Uangkap beliadi

Ada sedikit keanehan, waktu beliadi menyapaikan ke para kader Partainya terkait penyampaian ” Gebuk saja pelaku kejahatan demokrasi ” bayak orang yang kebakaran jenggot, seakan – akan marah padahal yang digebuk itu adalah penjahat demokrasi bukan orang baik. Kenapa mereka harus marah, jangan jangan mereka itu adalah bagian dari penjahat demokrasi itu sendiri. “Tegas Beliadi”

Kita menginginkan Pilkada kedepannya menjadi pilkada yang bersih, terhormat dan bermartabat.agar nanti kedepan anak cucu kita yang punya potensi yang punya kehebatan yang bisa menjadi pemimpin atau pejabat, tapi karena mereka tidak punya uang yang bayak jadi mereka mengurungkan niatnya untuk menjadi pemimpin atau pejabat tersebut.

Inilah akibat demokrasi yang telah rusak, maka demokrasi hanya akan diduduki oleh orang orang yang berduit saja.
Sedangkan mereka yang pintar yang peduli dan yang punya kemampuan belum tentu bisa berkompetisi, karna apa’, karna Kompetisi saat ini sudah diukur dengan alat tukar kepada masyarakat.
Inilah kenapa saya sebagai ketua DPC Partai Gerindra selalu berteriak, menyuarakan kalau Demokrasi itu harus bersih, bermartabat dan terhormat.

Karna apa, karna dengan demikian anak anak yang punya potensi yang kurang dengan pinansialnya, padahal mereka memiliki kapasitas dan kredibilitas untuk menjadi pemimpin atau Pejabat tersebut. Karna itulah beliadi mencontokan kepada dirinya, sendiri adalah anggota Dewan Provinsi yang terpilih 2019 kemaren ” Nol Money politik “.

Sehingga pada saat sekarang ini, setiap pagi hari saya buka HP saya buka WA, terus sala lihat adakah anak miskin yang putus sekola yang melapor, adakah orang yang tidak mendapat pelayanan kesehatan dengan baik, adakah orang yang bermasalah dengan Hukum yang di sewena wenakan, hal seprti ini lah yang setiap hari dilihat beliadi yang pertama. Karna apa, karena saya punya hutang moral yang luar biasa kepada meraka yang sudah memiilih saya, yang memilih dengan iklas tanpa ada iming imingi akan diberikan sesuatu sebagai alat tukar berupa barang.

Oleh sebab itu lah, jadikan pembelajaran ini sebagai contoh jika masyarakat memilih pemimpinnya tanpa embel embel money politik. Saya tidak bisa menyebutkan orang yang lain,yang sama berjuang waktu itu sama saya. Mungkin mereka menggunakan Hal yang sama dengan saya mungkin juga tidak sama. Tapi ya sudahlah inilah yang akan menjadi tugas kita kedepannya, untuk tegaknya demokrasi yang benar. Supaya Demokrasi ini menjadi bersih, bermartabat dan terhormat. “Ungkap Beliadi”

Kita liahat pada saat ini masih bayak panitia peyelenggara pemilu yang masih kurang cermat dalam menjabarkan aturan. Misalnya ‘ ada orang yang meyedikan tempat, lalu Jurkam dari salah Satu Paslon salah bicara, terus yang dipanggil adalah orang yang menyedikan tempat, seharusnya orang ini kan bisa disurati agar panitia pemilu tidak menggagnggu waktu mereka dalam pekerjaannya. kalau hanya minta klarifikasi kan bisa dengan cara disurati, yang seharusnya di panggil itu ialah oknum yang melakukan janji money politik seperti menjanjikan Uang, beras dan lainnya, yang sudah jelas harus ditindak tegas.

Saya selaku Anggota DPRD Provinsi sekaligus ketua DPC Partai Gerindara Beltim mengharapakan terciptanya Demokrasi yang bersih, terhormat dan bermartabat,
Jau dari money politik jauh dari hal hal yang menyimpang dari aturan Demokrasi itu sendiri, ” Pungkasnya

 

 

Pewarta : Serli Agus

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *