Oknum Organisasi Rakyat Permata Nusantara Toba diduga tipu puluhan warga Kec. Sigumpar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Tak tanggung-tanggung, puluhan keluarga warga desa Banuahuta, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba diduga tertipu dengan janji manis beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab dan mengaku anggota organisasi Rakyat Permata Nusantara (RPN) Kabupaten Toba.

Dengan di iming-imingkan akan mendapat bantuan ternak dan bedah rumah, warga akhirnya menyerahkan photo copy Kartu Keluarga, KTP serta sejumlah uang kepada para oknum yang mendatangi rumah mereka masing-masing.

“Waktu itu ada yang datang kepada kami meminta uang 100 ribu disebutkan untuk mendapat bantuan dari pemerintah berupa bantuan ternak. Beberapa minggu kemudian datang lagi meminta uang 30 ribu untuk cuci photo kami tiga orang, saya, suami dan anak saya. Kami menanti-nanti hingga satu tahun lebih, tidak ada hasil. Mereka mengaku dari organisasi RPN,” terang Tiolina Naipospos (69).

Kekecewaan yang dirasakan oleh para lansia pada umumnya tersebut dalam menanti hal yang tidak pasti akibat perilaku anggota organisasi tersebut juga dikeluhkan warga lainnya yang juga menjadi korban dugaan penipuan yang meminta ratusan ribu rupiah.

Selama ini RPN ini memang aktif menghadiri acara adat di daerah kami ini yaitu si HS selaku ketua RPN Kabupaten Toba bersama anggotanya. Mereka datang ke tiap-tiap rumah dan bagi yang tinggal di rumah papan disebutkan akan mendapat bedah rumah, dimintai uang untuk mengisi formulir dan selanjutnya untuk menjadi anggota RPN, diambil photo dengan kutipan 40 ribu untuk cuci photo dan mencetak KTA.

Bagi masyarakat yang memiliki rumah beton disebutkan akan diberi bantuan ternak. Mereka dikutip sekitar 50 ribu hingga 350 ribu per keluarga. Hingga saat ini kami tidak tahu kemana tujuan uang kami. Inilah yang membuat kami merasa seperti tertipu. Ini terjadi di beberapa desa, karena memang yang membuat kami yakin, mereka selalu hadir di pesta adat disini, ungkap Daniel Siagian (33) diantara puluhan ibu-ibu lansia dijumpai di salah satu kedai di desa Banuahuta, Kamis (05/11/2020).

Warga lainnya yang juga mengeluh dan berharap menemukan solusi disampaikan Rengsi Barimbing (68) dan Hotma Gultom (45).

“Saya sendiri dimintai uang 40 ribu dan disuruh mengenakan baju untuk diambil photo untuk membuat KTA. Saya dijanjikan akan mendapat bedah rumah. Sekitar bulan November 2019,” ujarnya yang spontan ditambahkan temannya Hotma Gultom.

“Saya inikan tidak punya tanah di kabupaten ini, jadi saya mengontrak rumah. Kami dijanjikan akan mendapat bantuan ternak dan awalnya dikutip 40 ribu, kemudian saat diambil photo kami diminta 15 ribu. Kami tidak diberitahu berapa jumlah ternak yang akan diberikan,” jelas Hotma.

Meski kondisi itu diakui sudah pernah disampaikan kepada pemerintah setempat namun belum mendapat titik terang, puluhan warga berharap jika bantuan yang dijanjikan tidak terealisasi agar sejumlah uang yang sempat dikumpulkan oleh oknum anggota organisasi RPN tersebut dikembalikan.

“Kalau memang bantuan yang mereka janjikan itu tidak ada, kembalikanlah uang kami. Jika tidak, terpaksa kami akan melaporkannya ke ranah hukum,” sebut mereka.

Kepada awak media mereka berharap agar dapat diberitakan untuk menjadi pelajaran bagi masyarakat luas agar jangan terjadi lagi seperti yang dialami mereka.

 

 

Pewarta : Abdi. S

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *