Swakelola Danau buatan Walikota Langsa “Memakan” korban

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kota Langsa Aceh – Informasi adanya korban tenggelam yang terjadi pada hari Jumat, (05/11/20) di Danau buatan, yang berada di Hutan lindung Kota Langsa, Desa Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa begitu cepat merebak diseantero Aceh.

Korban bernama Ibnu al-Faruq berusia sekitar 15 tahun, berjenis laki-laki siswa kelas 2 SMP 3 Kota Langsa.

Anak dari Bapak Sulaiman ini diketahui berenang bersama 3 orang lainnya yang selamat dari tragedi yang memilukan tersebut di danau buatan hutan lindung Kota Langsa yang dibangga-banggakan selama ini oleh Walikota Langsa Usman Abdullah, SE yang akrab dipanggil Toke Seu’um.

Sekitar pukul 18.00 Wib team Rescue dari Basarnas Kota Langsa, BPBD Langsa, Satgas SAR Langsa, TNI, Polisi dan masyarakat mendatangi lokasi kejadian.

Ketua Umum LASKAR,Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM.,SH, mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

Masih menurut Ketum LASKAR, jika permasalahan swakelola danau buatan hutan Kota yang dilakukan oleh Walikota Langsa melalui dinas PUPR nya patut kita duga penuh dengan permasalahan.

LASKAR berulang kali telah melakukan protes secara “keras” melalui media-media bahkan kami telah melaporkan secara khusus ke Kajati Aceh terkait hal tersebut ucap Ketum LASKAR.
Teuku Indra mendesak Kajati Aceh untuk segera tuntaskan laporan LASKAR terkait dugaan KKN Walikota Langsa dan PEKOLA agar tidak “memakan” korban dan kerugian Negara yang lebih besar lagi ungkapnya.

Ketua Umum LASKAR juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kejadian ini secara serius dan menghukum pengelola tempat tersebut jika terbukti “lalai” dan tidak menyediakan fasilitas yang memenuhi standart keamanan bagi pengunjung tempat tersebut, tutup Ketua Umum LASKAR dengan raut yang serius.

Sampai berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian team SAR Kota Langsa.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *