Kolam buatan Walikota Langsa diduga tidak penuhi syarat K3, LASKAR minta Polda Aceh turunkan teamnya ke TKP

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kota Langsa Aceh – Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) melalui Kabid Program LASKAR, Adia Nanda Putra, SH mengatakan kepada awak Media jika besar dugaan kami proyek yang di swakelola oleh Dinas PUPR Kota Langsa tersebut melanggar aturan Keselamatan Dan Kesehahatan Kerja (K3) yang telah ditetapkan oleh undang-undang kita ucapnya.

Kabid program LASKAR juga menjelaskan bahwasannya diatur dalam undang-undang Jasa Kontruksi nomor 2 tahun 2017 pasal 59 ayat 1 “Dalam setiap penyelenggaraan Jasa Kontruksi pengguna jasa dan penyedia jasa wajib memenuhi standart keamanan,keselamatan,kesehatan dan keberlanjutan ucapnya.

Masih ucap Kabid Program LASKAR jika yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut dapat juga di jerat oleh pasal 359 KUHP jika terbukti nantinya memenuhi unsur-unsur pada pasal tersebut, dalam pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) diatur mengenai perbuatan yang mengakibatkan orang mati karena kesalahannya : “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun” ungkap Adia Kabid Program LASKAR.

Adia mengatakan jika “kematian” dalam permasalahan ini bukan dimaksudkan oleh pelaku akan tetapi kematian tersebut akibat kurang hati-hati atau kelalaiannya (delik culpa) sehingga Pihak Kepolisian dapat segera memanggil saksi-saksi dan tersangka untuk segera diperiksa dalam mempertanggung jawabkan insiden tenggelamnya seseorang di kolam buatan Walikota Langsa itu.

LASKAR merasa sangat heran terhadap proyek swakelola dengan anggaran milyaran itu tidak memiliki keamanan kerja yang baik, biasanya jika ada proyek-proyek yang berbahaya dapat mengancam keselamatan orang maka K3 akan diterapkan oleh perusahaan-perusahaan atau rekanan seperti memagar lokasi kerja dengan seng dan di standbykannya security-security untuk menjaga proyek tersebut, konon pula ini Dinas PUPR Kota Langsa yang melaksanakannya ya seharusnya lebih ngerti aturanlah ujar Kabid Program LASKAR.

LASKAR menduga jika perencanaan pembangunan kolam buatan di Kota Langsa ini tidak matang perencanaannya sehingga mulai banyak menuai permasalahan, terlebih aturan K3 nya patut kita duga tidak dilaksanakan dengan benar sesuai aturan yang berlaku sehingga mengakibatkan meninggalnya orang ditempat tersebut ucap Adia.

LASKAR meminta kepada Kajati Aceh untuk serius tangani laporannya beberapa waktu yang lalu terhadap dugaan Korupsi,Kolusi,Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh Walikota Langsa dan PEKOLA selaku BUMD dan meminta Kapolda Aceh untuk segera menurunkan teamnya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memeriksa secara tuntas atas meninggalnya seseorang di kolam buatan yang sering “dibangga-banggakan” oleh Walikota Langsa tersebut tutup Kabid Program LASKAR.
Akankah Kapolda Aceh segera menurunkan teamnya ke TKP walau harus berhadapan dengan Walikota Langsa…?

Benarkah jika issue adanya orang “kuat” di belakang pekerjaan tersebut…?

Ntahlah…kita tunggu saja aksi heroic Kapolda Aceh yang terkenal dengan “kue surganya” itu dalam hal Penegakkan

Hukum di Bumi Syariat Islam ini…!

 

B E R S A M B U N G…..

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *