Peringati Hari Sumpah Pemuda 2020, Forkare Patani Utara Perjuangkan Harga Cengkeh

  • Whatsapp

Mitrapol.com, Maluku Utara – Anjloknya harga Cengkeh di Maluku Utara, membuat Forum Kajian Remaja (Forkare) Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) angkat bicara, Minggu (8/11/2020).

Aspirasi itu mereka sampaikan kepada Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halteng, Hayun Maneke, pada Hari Sumpah Pemuda tahun 2020 dengan mengangkat tema, “Stabilisasi Anjloknya Harga Cengkeh Untuk Menjawab Susah Re Kapalang Warga Desa”.

Menurut Ketua Forkare Patani Utara, Arsal Safar, saat ini banyak petani yang sudah pesimis, bahkan tidak mau lagi menyiapkan bibit tanaman Cengkeh.

Mendengar keluhan tersebut, Hayun menyampaikan, fluktuatif harga saat ini diakibatkan karena mata rantai pendistribusian Cengkeh yang terlalu berkepanjangan.

“Fluktuatif harga itu diakibatkan karena pendistribusian yang terlalu perkepanjangan, mulai dari petani ke pembeli lokal. Lalu, dipasok kembali ke pembeli di kota-kota perdagangan, kemudian agen, barulah Pabrik-pabrik (Pabrik kretek),” terang Hayun.

“Mata rantai fistribusi ini juga memicu harga cengkeh terjun bebas. Karena, masing masing tengkulak seenaknya mematung harga cengkeh,” sambungnya.

Lanjut Hayun, sebenarnya keberadaan Perusahaan Daerah (Perusda) memiliki andil untuk meningkatkan harga hasil tanaman komiditas Lokal seperti, Kelapa, Cengkeh, Pala dan Coklat.

“Perusda di Halteng telah beraktivitas di dua hal. Yang pertama, air bersih dan Pertambangan, belum di hal-hal komoditi. Harusnya, giat perusda ke hal-hal yang menjadi tanaman andalan masyarakat, sala satunya seperti komoditas cengkeh,” terangnya.

Seraya berkata, “Kalau perusda sudah mengambil alih seluruh distribusi Cengkeh, sekaligus membuka kran perdangang langsung dengan para pembeli di Surabaya, saya yakin petani di Halteng akan mendapatkan angin segar soal harga cengkeh. Apalagi Halteng saat ini juga menjadi rute Tol laut. Ini sudah sangat muda untuk kita melakukan aktivitas pasar modal di Surabaya dan lainya,” imbuhnya.

Orang nomor dua di DPRD Halteng ini juga menambahkan, hasil diskusi kali ini akan ia tindak lanjuti. Menimial dibawah ke Rapat, dengan mitra kerja yang sifatnya teknis untuk menjawab keresahan masyarakat petani Cengkeh.

“Hasil-hasil diskusi ini akan menjadi pokok pikiran saya, semacam rekomendasi untuk saya bicarakan dengan Dinas terkait dan Perusda,” tutupnya.

 

 

Pewarta : Sahwan/Tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *