Wow, Kades dan Bendahara Pantura Jaya diduga lahap Uang Desa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Kantor Desa Pantura Jaya, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), dipalang oleh masyarakat setempat, Selasa (7/11/2020) pukul 07.15 Wit.

Hal itu dikarenakan Kedes Panturan Jaya, Jamaludin dan Bendaharanya, Haerudin diduga telah melahap uang masyarakat sebesar Rp 57 juta.

Informasi yang diterima kru media ini, sebanyak 40 orang masyarakat Desa Pantura Jaya dipimpin oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama perangkatnya melakukan pemalangan Kades.

“Ini adalah ketidak puasan kami terhadap inerja Kepala Desa dan Bendehara Desa dalam pengelolaan dana Mesjid sebesar Rp 41.000 000,” kata sumber yang enggan disebut namanya.

Tak hanya itu, masa ini juga menuding Jamaludin dan Bendaharanya telah melakukan korupsi berjamaah untuk melahap upah tukang pembuat Talud Penahan Ombak sepanjang 90 sebesar Rp 16.000.000.

“Kepala Desa dan Bendahara Pantura Jaya bersikongkol untuk memakan uang masyarakat sebesar Rp 16 juta. Ini tidak boleh di biarkan, karena sudah sering terjadi,” kesal mereka.

Disisi lain, masyarakat Pantura Jaya juga mengatakan, ada keanehan yang terjadi di Desa mereka. Katanya, saat ini Haerudin memiliki dua jabatan. Jabatan yang di emban Haerudin yaitu sebagai Bendahara dan Direktur Bumdes Pantura Jaya.

Sementara permasalahan Dana Bumdes di Pantura Jaya saat ini masih bermasalah dan tengah di tangani oleh Polres Halteng.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Pantura Jaya, Kecamatan Patani Utara Halmahera Tengah, Maluku Utara, Jamaludin H Jamali diduga tidak transparansi dalam mengelola DD/ADD. Sehingga hal itu dikeluhkan sejumlah perangkat dan beberapa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pantura Jaya.

Hal ini dikarenakan pencairan DD/ADD tahun 2017 tahap tiga tidak ada kejelasan kepada masyarakat beserta staf Desa. Persoalan yang bersifat keuangan selalu tertutup dan dikerjakan oleh anaknya (Nasrudin-red).

 

 

Pewarta : Sahwan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *