Dukungan pembentukan Provinsi Sunda menghangat lagi, Abah Anton kritik keras

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jabar – Salah satu tokoh masyarakat Jawa Barat, yang juga mantan Kapolda, Irjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, MPKN, yang akrab dipanggil Abah Anton, mengkritik keras adanya dukungan dari beberapa tokoh nasional kepada orang-orang yang menginginkan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda.

Jika anda-anda semua diluar suku Sunda mendukung pembentukan Provinsi Sunda, apakah anda juga berkeinginan untuk membentuk Provinsi anda dengan nama suku anda sendiri.. ???

“Sudah jelas dan tegas saya katakan dari awal, perumusan dan pembentukan nama-nama Provinsi di Indonesia, para Founding Father kita sudah sepakat, tidak ada yang memakai nama suku, tapi disepakati memakai nama masing-masing Pulau,” ujar Abah Anton yang merupakan salah satu Tokoh Budaya Jawa Barat kepada awak media. Kamis (12/11).

Lanjutnya, Kesepakatan itu didasari karena suku di Indonesia ada 700 lebih, sehingga jika pakai nama suku berpotensi terbangunnya semangat kesukuan yang stereotif etnik negatif.

Provinsi di Indonesia bisa terbagi menjadi lebih dari 700, dan khususnya di Jawa Barat serta dimanapun juga, dari dulu sampai sekarang, setiap wilayah tidak hanya didiami oleh satu suku, tapi multy etnik, kita sepakat tidak ada suku Mayoritas dan Minoritas.

Hal ini bila terjadi dimana nama Provinsi berdasarkan suku, sangat rawan berpotensi terjadinya pecah belah antar sesama etnis, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi disintegrasi bangsa, akan muncul stigma arogansi mayoritas dan minoritas.

Bila hal ini tetap keukeuh dilakukan, berarti pola pikir para perumus yang ingin mengganti nama Provinsi, mundur kebelakang, menghianati apa yang sudah disepakati para faunding father, tegas Abah Anton.

Bila ada yang beralasan untuk membangun semangat etnik, tidak harus jadi nama sebuah provinsi, yang harus dibangun sekarang ini justru semangat Nasionalisme, semangat Persatuan dan Kesatuan.

Saya himbau juga kepada tokoh-tokoh lain diluar suku Sunda untuk tidak perlu ikut campur memberi pendapat yang menurut saya pribadi menyesatkan dan menjerumuskan. Jika anda-anda semua diluar suku Sunda mendukung pembentukan Provinsi Sunda, apakah anda juga berkeinginan untuk membentuk Provinsi anda dengan nama suku anda sendiri.. ???

Jika tidak, ya tidak usah ikut campur, jika iya, sudah jelas dengan nama suku akan berpotensi terbangunya semangat etnik kesukuan yang mengarah kepada Mayoritas dan Minoritas, dimana hal ini sangat bertentangan dengan jiwa Pancasila, Sila ke-3, yaitu “Persatuan Indonesia”.

Yang masih ngotot, artinya tidak paham Pancasila, Nasionalisme serta 4 Konsensus Dasar Kebangsaan, pungkasnya.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *