Maraknya aksi separatis di Papua, ini tanggapan mantan Kapolda Jawa Barat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jawa Barat – Gerakan separatis, yang bisa diartikan sebagai tindakan-tindakan secara terencana untuk pemisahan diri, termasuk gerakan yang dilarang di suatu pemerintahan, karena mereka tidak mendukung pemerintahan melainkan ingin melepaskan diri dan membentuk sebuah negara baru.

Di Indonesia sendiri saat ini salah satu gerakan separtis dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang ada di wilayah Papua, meraka melakukan tidak sebatas teror bersenjata, tapi juga menyebarkan berita hoax dan propaganda menyerang pemerintah Indonesia.

Untuk tahun ini kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Intan Jaya tercatan telah melakukan sedikitnya 23 kali teror penembakan dan kasus-kasus kekerasan lainnya.

Menanggapi terjadinya gerakan separatis di Papua, mantan Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, MPKN, memberikan tanggapannya.

Kepada awak media, Anton Charliyan menyampaikan, Tindakan tersebut menurut saya sebagai pribadi, Pertama sudah masuk kategori pelanggaran yang sangat berat bagi NKRI sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, yang nota bene terjadi di wilayah Negara kita.

“Dengan adanya pernyataan ingin mendirikan Negara serta melawan dengan terang-terangan tehadap alat Negara, TNI-Polri, hal ini sudah jelas-jelas merupakan tindakan Makar atau Pemberontakan terhadap Negara yang syah,” ujarnya Kamis (12/11).

Lanjutnya, Kedua, dengan membunuh, mengancam dan menteror warga itu sudah jelas bisa dimasukan kedalam kategori Tindak Pidana Terorisme.

Kejadian di Papua ini selalu terjadi berulang-ulang seolah tidak pernah selesai, sama seperti halnya dulu di Poso, dinana sekarang Alhamdulillah di Poso sudah aman tidak ada lagi gangguan.

Bercermin dari hal tersebut saya kira tidak ada salahnya bila di Papua pun untuk menghadapi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini bisa dipakai pola yang sama seperti operasi di Poso yakni tindakan tegas tanpa ampun dengan mengadakan Operasi Gabungan TNI – POLRI.

Yang dikedepankan bisa Operasi Kamtibmas dulu, baru bila kemudian tidak dapat diatasi, langsung adakan operasi Militer, dengan target sampai dengan tuntas. Sekali lagi dengan target sampai tuntas ke akar-akarnya. Karena ancaman ini sudah jelas dan nyata.

Jika memang Negara ini serius ingin menyelamatkan Papua, sekalipun dalam kondisi Pandemi Covid -19.

Tapi menurut hemat saya hal ini harus segera dilakukan dan jangan dianggap sepele bila tidak ingin Papua jatuh ke Tangan KKB dan antek-antek asing dibelakangnya, yang justru memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan disaat covid ini, pungkas, H. Anton Charliyan, MPKN, yang akrab dipanggil Abah Anton.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *