Proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi Terus Menuai Protes Warga Batanghari Ogan Pesawaran

  • Whatsapp

Mitrapol.com, Pesawaran,Lampung – Pembangunan mega proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (Gitet) berkapasitas 275 KV/150 KV, terletak di Dusun 3 Desa Batanghari Ogan Kecamatan Tegineneng Pesawaran Provinsi Lampung,terus dikeluhkan warga.Pasalnya, sepanjang jalan desa yang dilalui kendaraan berat pengangkut bahan material menuju lokasi pembangunan mulai mengalami kerusakan.

Tidak hanya itu, pembangunan mega proyek tersebut tidak ada sosialisasi akibat dampak radiasi terhadap warga sekitar dusun 3 RT.7 dan RT.8 Desa Batanghari Ogan.Permasalahan lainnya gardu induk tegangan tinggi sangat berdekatan dengan lokasi pendidikan SMKN 1 Tegineneng dan tidak memprioritaskan tenaga kerja dan pengusaha lokal.

Sejak dikerjakan oleh beberapa perusahaan sub kontrak dan peletakan batu pertama pada tanggal 18 Juli 2019.Pihak perusahaan tidak pernah ada koordinasi dan kepedulian dengan warga sekitar.Bahkan warga telah mengirimkan surat berisi keluhan melalui Kades Batanghari Ogan hingga ditembuskan kepada instansi terkait agar dipertemukan dengan pihak PT.PLN ( Persero ) namun tidak pernah berhasil.

Idris (65),warga RT.7 dan RT.8 Desa Batanghari Ogan Pesawaran menyampaikan,bahwa warga keberatan jalan kampung dilalui kendaraan berat.

” Saya warga sini dan lahir disini,namun belum pernah di ajak musyawarah maupun untuk dilibatkan dalam pembebasan lahan.Warga berpikir nantinya,pasti jalan kampung ini yang dilewati kendaraan berat,sehingga menyebabkan jalan ini rusak.Rusaknya jalan desa akibat muatan melebihi tonase dan debu mengganggu pernapasan masyarakat ,” ungkap Idris pada awak media,Jumat (6/11).

Idris menuturkan,warga heran dan berpendapat belum bermusyawarah tetapi sudah melakukan peresmian.

“Selama ini selalu komplain dengan kita pak kades.Maksud kami dengan pak Camat,warga dikumpulkan diajak bermusyawarah memikirkan dampak lingkungan.Setelah kami mengajukan keberatan,kami kaget tiba – tiba sudah di lakukan peletakan batu pertama,” tutur Idris.

Masih dikatakan Idris,pada saat peletakan batu pertama,warga telah diajak berdialog dengan Manager PT.PLN.

” Sewaktu peletakan batu pertama,dijelaskan bahwa akses jalan menuju proyek dialihkan,tidak melalui jalan kampung.Atas penjelasan itu warga sudah tenang,dan kendaraan proyek sudah dialihkan.Tetapi saat ini masih saja jalan kampung ini dilalui kendaraan proyek.Padahal hasil pertemuan bersama pak Johar Wijaya selaku Manager PT.PLN mengajak warga sekitar bermusyawarah,namun hingga kini belum terealisasi.Kami tidak menghalangi,harapan kami gunakan jalan yang ada,” tutup Idris.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media belum bisa mengkonfirmasi Kepala Desa Batanghari Ogan Pesawaran dan Adenin selaku staf.

 

 

Pewarta : Deni/MM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *