Warga Sangat Menyayangkan Terjadinya Dugaan Karhutla di Areal Konservasi PT Musim Mas Tidak Diusut

  • Whatsapp

Mitrapol.com, Riau – Pelalawan soal temuan di lapangan terkait bekas lahan hutan yang diduga terbakar (karhutla) pada bulan september di tahun 2019 lalu, yang mana pihak direksi PT.Musim Mas berusaha menutupi dari sorotan awak media.

lokasi peristiwa kebakaran Lahan dan Hutan pada tahun lalu itu terletak di areal HGU PT.Musim Mas Estate 2 wilayah Desa Betung Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Berdasarkan temuan Awak media, Kondisi terbakarnya lahan dan hutan Konservasi tersebut masih meninggalkan bekas puing-puing belukar pohon yang sudah mengering. Sangat memprihatinkan sekali karena keberadaan hutan konservasi tersebut sangat dekat sekali jaraknya dari tepian aliran sungai nilo.

Berdasarkan keterangan salah satu warga yang berprofesi sebagai nelayan sungai nilo yang tidak ingin di sebutkan identitasnya mengungkapkan kepada awak media bahwa, “Diduga saat waktu terjadinya karhutla tersebut di sinyalir tidak adanya pengawasan dan pantauan oleh pihak PT.Musim mas di lapangan, “Ungkap warga.

Lanjut warga, “Apa lagi pada pertengahan tahun 2019 lalu itu kondisinya lagi musim kemarau dan bencana kabut asap juga melanda saat itu, Kami sebagai nelayan pun terkena dampaknya karena tak berani turun ke sungai karena kabut asap yang tebal, saat itu kalau keluar rumah saja bisa sesak nafas, “Kata warga.

Sangat di sayangkan oleh warga seharusnya kepada pihak penegak Hukum perlu menyelidiki atas peristiwa karlahut tersebut yang mana patut di duga kuat dari pihak PT.Musim Mas telah sengaja melakukan pembiaran atas terjadinya insiden kebakaran lahan dan hutan konservasi yang berada di pinggir sungai nilo, karena menjadi penyumbang asap dan penyakit sesak nafas bagi masyarakat sekitar dan tidak adanya upaya penghijauan kembali pada bekas kebakaran tersebut,”Keluh warga.

Ketika di Komfirmasi Awak media ini jum’at 13/11/2020 melalui pesan WhatsApp 0812 6178 66xx Humas PT.Musim Mas Wendi menjawab,”PT. Musim Mas senantiasa berkomitmen dalam pecegahan terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Diantaranya melalui pembuatan himbauan dan larangan membakar lahan kepada masyarakat serta melakukan sosialisasi dan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan dengan melibatkan masyarakat serta pemerintah melalui dinas terkait.

Apabila terjadi kebakaran,perusahaan akan melakukan upaya upaya penanggulangan pemadaman hingga penanaman kembali areal hutan yang terbakar dengan tanaman hutan yang sesuai.

Namun penyebab terjadinya kebakaran pada bulan september 2019 dilahan dan hutan konservasi yang berada di pinggir aliran sungai nilo, tepatnya di Desa betung tersebut tidak di sampaikan oleh pihak Humas PT.Musim Mas. “Seolah-olah ada yang di tutup-tupi, “Mengenai penanaman kembali pada areal hutan yang sudah terbakar dengan tanaman yang sesuai hanya isapan jempol belaka, tidak dapat di pastikan karena kondisi setelah lahan dan hutan Konservasi yang terbakar saat ini masih dalam kondisi yang tidak terpelihara dengan baik.

Hal ini perlu menjadi perhatian serius dari lembaga kementarian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pusat dan provinsi Riau untuk menindak lanjuti peristiwa terjadinya dugaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di areal Konservasi PT.Musim Mas yang berada di Desa Betung.

 

Pewarta : Budi tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *