Berani potong 4 jari tangannya, Erdina malah dituntut 9 Bulan penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Guna membebaskan utangnya, terdakwa Erdina rela memotong 4 jari tangannya hingga putus. Tapi apes, malah dia yang dituntut pidana 9 Bulan penjara, karena membuat pengaduan palsu.

Menurut JPU Cadra Naibaho yang bersidang secara virtual di ruang Cakra-2 Pengadilan Negri (PN ) Medan, Senin (16/11/2020), terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 220 KUHPidana.

Dalam persidangan dipimpin Hakim Ketua Riana Pohan disebutkan, terdakwa Erdina Br. Sihombing (54), lagi kelimpungan untuk membayar utangnya sebesar Rp 70 juta.

Kemudian, Jumat 1 Mei 2020 sekira pukul 03.30 wib, bertempat di Jalan Mamiyai, Gang Senggol Kel. Tegal Sari III, Kec. Medan Area, Medan, terdakwa sengaja membawa parang dari rumahnya.

Saat berada di tempat sepi, terdakwa yang berprofesi sebagai pedagang ini, meletakkan 4 jarinya diatas batu, dan sejurus menebasnya dengan parang, sehingga 4 jarinya putus dan mengeluarkan darah cukup banyak.

Kemudian terdakwa yang beralama Jalan Perjuangan 1 Kel. Sigara-gara Kec. Patumbak, Deliserdang ini, langsung membungkus tangannya yang berlumuran darah dengan kain sarung

Sedangkan keempat jari tangan yang putus, dimasukkan kedalam plastik, lalu terdakwa berjalan 100 meter dan membuang ke dalam parit.

Selanjutnya terdakwa menghubungi saksi Lagu Mehuli Br. Ginting bersama dengan saksi Laba Sinulingga membawa terdakwa ke Rumah Sakit Murni Teguh.

M. Yusuf, Satpam Murni Teguh yang membawa terdakwa untuk mendapatkan perawatan sempat bertanya, dan dijawab terdakwa jika dirinya korban perampokan, begal.

Sejurus, anak terdakwa yang bernama Nico Johan Saputra Manurung, membuat laporan ke Polrestabes Medan.

kemudian petugas Polrestabes Medan melakukan pemeriksaan dan pengecekan ke lokasi kejadian, namun petugas menemukan kejanggalan atas pengakuan terdakwa.

Saat dilakukan pemeriksaan di Polda Sumut, terdakwa mengakui, sengaja menyampaikan berita bohong, agar yang memberi utang kepadanya merasa kasihan dan iba.

Nah, JPU pun menuntutnya 9 bulan penjara, karena melanggar Pasal 220 KUHPidana, yakni menyampaikan penganduan pidana, padahal dia mengetahui peristiwa itu tidak pernah terjadi.

 

 

Pewarta : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *