Merasa terabaikan, Tokoh Masyarakat Tangsel dukung Muhammad – Saraswati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tangerang Selatan – Kurang lebih 2 (dua) periode terakhir adanya Kota Tangerang Selatan para pendiri atau tokoh-tokoh masyarakat Tangsel seperti mantan pejabat, baik dari eksekutif, legislatif maupun tokoh masyarakat merasa terabaikan dan tidak mendapat penghargaan dari pemerintahan Kota Tangerang Selatan.

Pada akhirnya Selasa, (17/11/2020) bertempat komp. Lubana Sengkol Muncul Setu Tangerang Selatan, tokoh tokoh masyarakat Tangsel hadir dan sepakat untuk memberikan dukungan kepada Muhamad-Saraswati.

Terlihat tokoh-tokoh masyarakat Tangsel yang hadir dalam silaturahmi akbar tokoh masyarakat Tangsel tersebut adalah H. Muhamad (Calon Walikota Tangsel No. Urut 1), Rahayu Saraswati Jojohadikusumo (Calon Wakil Walikota Tangsel No. Urut 1) , H. Uten Sutendi (Presiden Tangsel Club) , H. Saleh Asnawi (Ketua DPD Nasdem Kota Tangsel) , H. Ridwan Saidih (Budiawan Betawi Kota Tangsel) , Bambang Rahmadi (Mantan Anggota DPRD Kota Tangsel), Kadung Reza (Tokoh Pemuda Ciater) , H. Aming (Tomas Tangsel), Wanto Sugito (Ketua DPC PDIP Kota Tangsel), H. Saleh MT (Pejabat Walikota Pertama), Dr. Yandra Doni (Tomas Kota Tangsel), Para Tokoh Masyarakat, Simpatisan dan Relawan Paslon 01 Kota Tangerang Selatan.

H. Saleh Asnawi (Ketua DPD Nasdem Kota Tangsel) pada saat Konferensi pers didepan awak media menyampaikan bahwa tokoh – tokoh masyarakat Tangsel sepakat menjatuhkan pilihan itu kepada Muhammad – Saraswati

“Hari ini kita undang khusus para sesepuh, mantan pejabat Tangsel maupun tokoh masyarakat untuk menyampaikan Visi – misi Muhamad – Saraswati dan kami meminta restu dan persetujuan dan pada akhirnya mendapat dukungan penuh dari para pendiri Kota Tangerang selatan dan kami sangat menghargai persetujuan tokoh-tokoh masyarakat Tangsel untuk adanya sebuah perubahan di Kota Tangerang Selatan,” ujar H. Saleh Asnawi.

Dilanjutkan bahwa para Perintis berdirinya Kota Tangerang Selatan sampai hari ini mengalami kegelisahan yang sama yakni tidak adanya penghargaan dan diabaikan oleh rezim yang berkuasa. Bahwasanya bagaimana ketidakadilan dipertontonkan oleh rezim yang berkuasa di Tangsel dan teman-temannya, sehingga meninggalkan dan menanggalkan teman-teman yang berjuang ikut merintis berdirinya Kota Tangerang Selatan.

Pada akhir Konferensi pers tokoh – tokoh masyarakat yang hadir meminta agar para wartawan juga berperan aktif dalam mengawasi proses berjalannya pilkada agar tidak adanya kecurangan-kecurangan dan juga meminta kepada Bawaslu dan KPU Kota Tangerang Selatan agar tidak main-main dalam menjalankan proses pilkada yang sebentar lagi akan berlangsung.

 

 

Pewarta : Sitanggang

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *