Jenazah Mantan Deops Kapolri Dan Ketum Pepabri dimakamkan di Tmp Kalibata

  • Whatsapp

Mitrapol.com, JAKARTA – Satu-satunya purnawirawan perwira tinggi Polri yang pernah menjadi Ketua Umum Pepabri, Drs. IGM Putera Astaman (82) meninggal dunia, dan jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata, Jaksel, Rabu siang (18/11/2020).

 

“Menjadi Ketua Umum Pepabri, itu membuktikan Pak Putera dapat diterima baik oleh semua pihak, terutama para purnawirawan ketiga matra ABRI dan polisi,” kata Ketua Dewan Pembina Pusat Studi Komunikasi Kepolisian (PUSKOMPOL) Pusat, Suryadi, M.Si usai upacara pemakaman TMP Kalibata.

Pemegang Bintang Bhayangkara Pratama dan penganut Hindu taat itu meninggal dunia, Jumat (13/11/20).

Jenazahnya dimakamkan dalam upacara militer dengan inspektur upacara staf ahli Sosbud Kapolri.

Selain keluarga besar yaitu istri, putera sulung dan adik adiknya, Ir. IGKG Suena, kepergian sosok polisi ganteng itu dilepas oleh mantan Wapres Try Sutrisno dan Ketua Pepabri Jenderal TNI Purn. Agum Gumelar.

Kepergian jenderal bintang dua Angkatan Mintaraga/ VIII PTIK itu, juga diantar Ketua angkatannya Irjen Pol Pur Bambang Darundrio, mantan Kapolri Jenderal Purn. Bambang Hendarso, dan para junior yang pernah dalam bimbingannya selama berdinas di Polri.

Putera Astaman terakhir menjabat Deputi Operasi Kapolri. Sebelumnya ia pernah menjadi Kapolda Sumbagsel, Kapolda Sulselra, dan Kaditlantas Polda Metro Jaya.

Jenderal murah senyum itu mengukir sejarah sebagai sosok yang menncipta Sistem Pelayan Satu Atap (Samsat) administrasi dan data kendaraan bermotor itu.

 

“Samsat itu monumental, itu lambang Pak Putera yang senang melayani. Samsat lahir dari gagasan memudahkan pelayanan bagi masyarakat yang mengurus dokumen kendaraan bermotor,” kata Suryadi yang mengenal sosok Putera Astaman sejak bertugas di Sumbagsel.

Dalam kenangan Suryadi yang juga Wakil Sekjen Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) itu, Pak Putera adalah orang yang murah senyum kepada siapa pun yang menemui atau ditemuinya.

Dia juga sosok yang murah membuka jalan bagi siapa pun yang membutuhkan, selain juga rendah hati.

Suryadi pernah mengalaminya sendiri. Ketika menyusun skripsi sejsrah berjudul PERAN MOBRIG DALAM MEREBUT MADIUN DARI PKI (1948), Putera tidak berhenti begitu saja karena tak tahu. Dia dengan rendah mengakui bukan orang yang tepat.

Akan tetapi, lanjut Suryadi, Pak Putera menunjuk Pak Irjen Pol Pur Jusuf Husein Saputera, dan akhirnya sampai pada orang yang tepat yaitu Komjen Pol Pur. Sabar Kumbino.

“Pak Sabar itu Deops juga di zaman Kapolri Pak Awaloedin Djamin. Waktu itu belum ada Wakapolri. Di tahun 1948 Pak Sabar masih siswa SMA yang tergabung dalam TRIP di Madiun,” kata Suryadi.

Kini Pak Putera dan Pak Sabar yang semasa hidupnya sama-sama pernah menjadi Deops Kapolri, kini telah berpulang dan sama-sama dimakamkan di TMP Kalibata.

Dalam kegiatan kemasyarakatan Pak Putera yang senantiasa tampil energik dengan badannya yang atletis itu, pernah menjadi Ketua Umum Olahraga Biliar.

Selain itu, dia juga Ketua Umum BERSAMA, organisasi yang “care” terhadap penanggulangan penyalahgunaan narkoba.

 

Red.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *