Diduga dijadikan tempat penimbunan BBM ilegal, Gudang di Desa Simpang Beringin harus ditindak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pelalawan – Maraknya penimbunan BBM di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, masyarakat minta pihak terkait segera mengambil tindakan, karena perbuatan ilegal ini tidak hanya merugikan masyarakat tapi juga pemerintah serta negara.

Pasalnya, BBM yang dibeli mereka merupakan BBM subsidi yang diperuntukkan bagi pengguna atau masyarakat miskin atau yang kurang mampu, BBM ini ditimbun disebuah jalan lalu lintas Simpang Maredan, Desa Simpang Beringin.

BBM bersubsidi tersebut digunakan untuk aktivitas lainnya yang dijual yang diduga hanya untuk memperkaya diri sendiri yang termasuk sangat merugikan pengguna lain nya dan masyarakat serta pemerintah.

Menurut Seorang Warga Desa Simpang Beringin kecamatan Bandar Seikijang yang enggan dipublikasikan namanya mengatakan, Gudang ini sudah lama beroperasi, jaraknya hanya lebih kurang 15 meter dari jalan raya Simpang Beringin – Meredan yang begitu transparan yang seperti  di beck up pihak tertentu.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎ pengguna BBM tertentu hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum. Namun ini sangatlah janggal sekali dikerenakan gudang Ini tampak jelas dari jalan lintas Simpang beringin – Meredan.

Temuan Awak Media dilapangan pada Kamis malam (19/11/2020) di Desa Beringin, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, ditemukan adanya sebuah gudang yang diduga dijadikan tempat penimbunan BBM bebas melakukan aktifitasnya tanpa ada tindakan dari pemerintah setempat.

Saat ditemui, pemilik Gudang mengaku pusing lantaran sudah 6 Wartawan  dari pagi hingga malam  yang datang menghampirinya.

Pemilik gudang sempat melontarkan kata-kata kotor kepada anggota kerjanya lantaran pintu gudangnya dibuka, Pantek Kau, Pantek Kau, tutup pintu gudangnya, ini ada Wartawan, ujarnya, Ngapaen kau buka pintunya ujar si pemilik gudang tersebut dengan nada tinggi dan memaki.

“Seharusnya mereka yang diduga melakukan menimbunan BBM yang hanya untuk memperkaya diri sendiri diberikan sangsi oleh pihak terkait,” ungkap Dien Puga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Ketika dikonfirmasi media ini pada Kamis malam (19/11/2020) melalui saluran telepon.

Sementara, diwaktu yang sama, terkait penimbunan BBM oleh warganya, Kepala Desa Simpang Beringin, Kecamatan Bandar Seikijang Kabupaten Pelalawan ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, HP nya Aktif, namun tidak menjawab, menurut istrinya, Kades sedang ada acara tahlilan.

 

 

Pewarta : Budi/Tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *