Saatnya negara bersih-bersih, Bersih dari Radikal, Intoleran dan Neokom

  • Whatsapp

Oleh : Dr. H. Anton Charly. MPKN. (Abah H. Anton)

MITRAPOL.com, Jakarta – Demi kehormatan Bangsa dan Negara, dalam situasi yang sangat sulit akibat situasi pandemi Covid yang berdampak terhadap segala aspek kehidupan terutama aspek ekonomi, seharusnya seluruh Komponen bangsa bahu-membahu berjuang bersama-sama membantu pemerintah.

Eeeh……, ini malah ada sebagian kelompok masyarakat yang kita tahu merupakan komunitas yang selama ini dikenal sebagai kelompok intoleran, dengan gagah perkasa mencoba melanggar aturan, yang selama ini dengan susah payah, pemerintah terapkan dan tegakan kepada masyarakat untuk menyelamatkan bangsa dan Negara dari pandemi penyakit yang sangat membahayakan, yang sudah nyata-nyata memakan Korban jutaan jiwa.

Aturan ini malah mereka labrak dengan sikap yang sangat arogan, dengan alasan klise, Umat dan Agama, malah terkesan menyepelekan Negara, menyepelekan aparatur Negara, bahkan TNI-POLRI pun diejeknya didepan publik tanpa tedeng aling-aling, seakan-akan dialah yang paling hebat paling aku, paling kuasa, paling besar, paling benar dan paling agamis.

Hal tersebut dikarenakan ada golongan tertentu dibalik semua ini yang memback up full kepada yang bersangkutan, yakni golongan radikal, intoleran bahkan tidak segan-segan melakukan aksi-aksi Hoax, adu Domba, Kekerasan, penyanderaan dan terorisme.

Kelompok tersebut antara lain, Jamaah Islamiah, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tarir dan lain-lain, yang berafilliasi kepada Al Qaeda. Adapun salah Satu elemen yang sudah resmi dibubarkan di Indonesia adalah HTI.

Hizbut Tarir Indonesia (HTI) melalui Perpu No 2 Thn 2017 Bulan Juli 2017, yang diduga kuat merupakan kepanjangan tangan dari gerakan Hizbul Tahrir International yang sering menggunakan Partai Ormas, LSM berbaju Agama, berbaju Khilafah dalam setiap aksinya, yang tidak etis penulis sebutkan dalam forum ini.

Hizbul Tahrir ini khususnya di Timur Tengah, yang jelas-jelas di Negara asal tempat kelahiranya saja di Yordania dilarang, apalagi di Negara-negara Timur Tengah lainya juga (kurang lebih di 21 Negara) sudah dinyatakan dilarang dan dibubarkan.

Kenapa ? karena gerakan dan aksi mereka itu selalu melawan dan merongrong Negara yang ditempatinya, mereka kerap terlibat aksi-aksi sabotase, bahkan terorisme, seperti yang terjadi di Mesir, Suriah, Afganistan, dan lain-lain. (Lihat dalam data terlampir)

Modus gerakan mereka persis sama dengan yang selama ini terjadi di Indonesia, selalu menjual Ayat dan Agama, mengadakan kaderisasi dan doktinisasi sebagai ajaran yang paling benar.

Mereka dengan lantang akan mengatakan dan memberikan label, Musuh Islam, Pemuja Setan, Kafir, Bidah, Musyrik dan seterusnya kepada pihak-pihak yang tidak sepaham atau yang dianggap lawan, sekalipun sesama Muslim.

Menjual konsep Khilafah dan Jihad sebagai alat perjuangan yang suci. Dengan teriakan Allahu Akbar dan itu sama seragam disemua tempat, disemua Negara manapun, sebagaimana disampaikan Syeh Fadhi Allamidin dari Libanon yang sengaja datang ke Indonesia pada Tahun 2016 – 2017, bersama puluhan ulama Timur tengah lainya dengan tujuan syiar untuk mengingatkan para Ulama di Indonesia akan bahaya gerakan kelompok tersebut yang saat itu hadir semakin masif di Indonesia, yang nota bene telah menghancurkan negara-negara mereka di Timur Tengah. Mereka tidak ingin nasib Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di Dunia sama seperti Negara mereka.

Syekh Allaminidin menegaskan bahwa gerakan mereka bukan gerakan Agama, tidak ada hubungan sama sekali dengan agama Islam. Gerakan mereka adalah semata-mata hanya gerakan politik kotor yang haus dengan syahwat kekuasaan, yang akan menghalakan segala cara dengan cara menjual agama, menjual Rosul, khususnya Islam untuk merebut kekuasaan, menghancurkan Negara, sebagaimana yang terjadi pada Suriah, Afganistan, Mesir, Iraq dan Libya, itulah Hizbut Tarir dan antek-anteknya !!!.

Adapun wujud kepanjangan tanganya sudah kita ketahui bersama ada dimana-mana di berbagai Ormas, LSM, sembunyi di Pengajian-pengajian, Akademisi Kampus, Majlis-majlis dan lain-lain.

Kami yakin pihak keamanan sudah lebih banyak mengantongi nama-nama, elemen-eleman, golongan mereka tersebut, bahkan Alhamdulillah tidak lama setelah kedatangan ulama-ulama Timur Tengah korban-korban Hizbut Tahrir, Ihkwanul Muslimin, Al Qaeda, HTI resmi dibubarkan di NKRI.

Tapi sayang sekalipun Organisasinya dibubarkan, tapi Negara kita tampaknya “Setengah Hati” dalam teknis pelaksanaanya, tenyata orang-orangnya tidak diamanakan apalagi ditindak secara hukum, malah masih bebas melakukan semua aksi dan aktivitasnya, yang bisa kita rasakan sampai dengan saat ini, sehingga akibatnya negara selalu dibuat gaduh, ribut, muncul fitnah, Hoax dimana-mana.

Itulah ciri khas gerakan mereka sebagai mana disampaikan Syeckh Padhi Allamindin pada Seminar Islam International di Pesantren Nagreg Tahun 2016 yang lalu.

Hal tersebut kenapa bisa terjadi,”Karena Negara tidak tegas dan tidak tuntas dalam menangani mereka,” tidak seperti penanganan PKI pada zaman Orde Baru.

Jika terus begini apakah akan menunggu Negara Kacau ? Cheos ? kemudian Runtuh ?. Untuk itu kesempatan kali inilah yang paling tepat untuk sesegera mungkin seluruh komponen bangsa bersih-bersih dari pengaruh golongan radikal dan intoleran ini sampai dengan ke-akar-akarnya, yang jelas-jelas dari fakta sejarah sudah menggancurkan Negara-negara Islam di Timur Tengah, dengan cara antara lain :
– Identifikasi data anggota-anggota yang sudah masuk Organisasi tersebut se-akurat mungkin.
– Adakan tindakan tegas sesuai dengan status dan perananya.
– Bersihkan institusi pemerintah baik ASN,TNI, Polri dan Lembaga Pemerintah lainya dari penyusupan kader-kader dan isme mereka, dengan cara memecat dan me-Non Jobkan yang sudah betul-betul terbukti terlibat organisasi tersebut baik langsung maupun tidak langsung.
– Ajukan juga upaya hukum formal untuk menyeret mereka secara hukum.

Untuk pola dan tindakan bisa berkaca kepada Negara-negara lain yang sudah melakukannya, tidak harus menunggu adanya moment yang besar seperti peristiwa terbunuhnya para Jendral di Lubang Buaya, saat mau menumpas gerakan Komunis.

Kita harus bergerak cepat sesegera mungkin, ancaman sudah nyata-nyata hadir didepan mata, kalau tidak ? mereka akan semakin besar menggurita akhirnya NKRI hanya tinggal sebuah ceritra.

Bersih-bersi ini bukan hanya terhadap kelompok yang Radikal dan Intoleran saja, tapi terhadap kelompok manapun termasuk terhadap Kelompok Neo Komunis yang mungkin saja secara diam-diam sudah mengintip ingin juga merongrong NKRI dengan cara dan gayanya sendiri.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *