Usai digelar mediasi, Dugaan jual-beli tanah fiktif di Desa Wringinagung Kec. Gambiran terbongkar

  • Whatsapp
Tiga Pilar serta perangkat Desa Wringinagung saat memimpin mediasi perkara jual-beli tanah fiktif. Kamis (19/11/2020)

MITRAPOL.com, Banyuwangi, Jatim – Terbangkar sudah kedok dugaan jual-beli tanah dan rumah fiktif yang terjadi pada tanggal 16 Oktober 2017 lalu atas sebidang tanah darat seluas 96 M2 berikut sebuah bangunan rumah tinggal terletak di Dusun Sumberjaya RT 01/RW 01 Desa Wringinagung Kecamatan Gambiran seharga 75 juta rupiah antara Sutiah (48) warga Dusun Gembolo RT 01/RW 02 Desa Purwodadi Kec. Gambiran selaku pembeli dan Sumiyem (54) dan Sudarko (58) suaminya warga Dusun Sumberjaya RT 01/RW 01Desa Wringinagung Kec. Gambiran selaku penjual, seperti yang dikutip dari media Mitrapol.com beberapa waktu lalu.

Terbongkarnya perkara jual-beli tanah fiktif ini setelah dilakukan mediasi di Desa Wringiagung pada Kamis (19/11/2020) sekira pkl. 09.30 wib yangmana mediasi tersebut berakhir dengan dibuatnya surat pernyataan oleh Sudarko/Sumiyem selaku penjual tanah (fiktif).

Mediasi yang dihadiri tiga pilar serta perangkat Desa Wringinagung tersebut berjalan dengan baik dan gamblang serta jelas duduk perkaranya sehingga antara penjual dan pembeli bersama-sama tunduk pada surat pernyataan yang dibuat.

Menurut Masruri “Bunyi pernyataan yang tertulis saat itu ada 3 (tiga) poin penting pada pokoknya berbunyi 1. penjual akan mengembalikan penuh uang milik pembeli senilai 75 jut rupiah, 2. Batas waktu pengembalian paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung hari ini, Kamis (19/11/2020), 3. Apabila tiba waktu jatuh tempo belum juga mengembalikan uang tersebut maka telah disepakati bersama agar perkara ini dibawa ke jalur hukum,” kata Masrury saat konfirmasi Sabtu, (21/11/2020).

Masruri menambahkan bahwa jual-beli tersebut dapat dikatakan jual-beli fiktif dikarenakan saat ini tanah tersebut telah bersertifikat SHM atas nama orang lain kemudian penjual telah mengakui hal itu saat mediasi dan disaksikan semua orang termasuk tiga pilar dan perangkat Desa Wringinagung penjual menyatakan bahwa tanah yang dijual itu bukan tanah miliknya dan istrinya. Tegas Masruri.

Sangat disayangkan kata Masruri,”Pada saat transaksi jual-beli tanggal 16 Oktober 2017 lalu itu kok bisa langsung dibuatkan kwitansi dan surat pernyataan jual beli oleh Py (kepala dusun sumberjaya) yang saat ini menjadi sekertaris desa wringinagung dan disaksikan langsung oleh AW (linmas Desa Wringinagung) padahal tanah tersebut bukan tanah milik penjual,” sentak Masruri sambil tersenyum.

Hal senada dibenarkan Sutiah selaku pembeli bahwa pada saat mediasi tersebut Bhabinkamtibmas Desa Wringinagung (Wahyu) juga telah menanyakan kepada penjual berulang kali terkait kepemilikan tanah namun berulang kali penjual tetap menjawab bahwa yang di jual adalah bukan tanahnya melainkan tanah saudaranya.

Sutiah berharap surat pernyataan yang dibuat oleh penjual pada daat mediasi bahwa uang saya senilai 75 juta rupiah akan dibayar penuh dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan semoga dapat dipertanggungjawabkan, pungkas Sutiah.

 

 

Pewarta : Rocky Sapulette

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *