Viralnya Video arahan HRS pada anggotanya, ini komentar Mantan Kapolda Jabar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jabar – Jika pengarahan yang disampaikan HRS di Video ini benar adanya, jelas sekali ini bukan Dakwah Syiar Islam, tapi lebih merupakan orasi Politik yang sudah bersifat sangat teknis, tentang taktik agitasi untuk menyerang lawan Politik.

Hal tersebut disampaikan Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. atau yang biasa disapa Abah Anton, mantan Kapolda Jawa Barat, menanggapi viralnya Video RS di Media Sosial.

Dalam Video itu terdengan HRS menyampaikan arahan dan perintah kepada yang hadir untuk menyerang lawan-lawannya yang tidak sepaham dengan dirinya di Medsos.

Lanjut Abah Anton, Jika syiar Agama !!!, Agama mana di Dunia ini yang,
# Menghalalkan Fitnah ?
# Mengorekngorek kesalahan lawan sekecil apapun, lalu memblow Upnya berulang-ulang ?
# Menghinakan lawan dan merendahkanya, dengan tidak boleh mengangkat jasa-jasa yang dianggap lawan, bahkan gelar nyapun harus dihapus.???
# Menganjurkan riya dan sombong, dengan mewajibkan untuk mengangkat sekecil apapun jasa dan kebaikan-kebaikan diri dan kelompoknya untuk disiarkan dimedia.
# Dengan adanya dikotomi sebutan kawan dan lawan saja sebetulnya ini 200 % sudah masuk ke ranah area Politik, bukan syiar agama lagi, tegasnya.

Syiar atau dakwah agama itu ada sunah, adab dan etikanya, sesuai dengan yang diamanatkan Rosulullah, antara lain :
1. Harus lemah lembut tidak bersifat agitasi menyerang
2. Harus rahman dan rahim, tidak boleh ada kebencian kepada siapapun. Karena sesama Muslim semua adalah saudara, Satu Umat… Yaaa Umati …yaaa Umati, tidak ada istilah kawan dan lawan, apalagi situasi saat ini, dalam keadaan damai tidak dalam keadaan perang. Jangankan sesama Muslim, diluar muslimpun siapa yang harus dijadikan lawan ?
3. Tidak boleh berkata-kata kasar apalagi sampai menghina.
4. Tidak boleh riya, sombong, ujub dan takabur, dan lainnya.

Saya yakin para Ulama dan Akhli agama bisa memberi masukan tentang methode dakwah RS sebagai mana yang terekam dalam video itu lebih lengkap dan akurat, jelasnya.

Yang jelas menurut pendapat kami dan tim jika model dan methodenya seperti itu, dapat kami simpulkan “Bukan Dakwah Agama” tapi merupakan “Orasi Politik” yang punya tujuan Agitasi untuk menjatuhkan lawan-lawan Politiknya.

Jika demikian sudah jelas dan pasti ada kelompok-kelompok kuat dibelakangnya, serta aktor intelektual yang menyetir dan membiayainya, untuk tujuan Politik dengan berkedok Agama, dengan menjual Agama.

Hal ini sangat identik dengan gerakan-gerakan Politik yang pernah dilakukan organisasi gerakan radikal seperti HTI, JI dan IM, yang telah meruntuhkan dan menghancurkan Negara-negara Islam di Timur Tengah, seperti antara lain, Suriah, Afganistan, Iraq, Libya, Mesir dan lainnya.

Untuk itu agar seluruh umat Islam di Indonesia waspada dan hati-hati terhadap gerakan tersebut dan seluruh Ulama, Kiayi, Ustad, Ahli Agama, semuanya serentak mengingatkan para umatnya, para ikhwanya serta seluruh masyarakat Indonesia agar jangan terjebak dan terprovokasi oleh gerakan politik yang mengatas namakan Agama, yang berkedok Agama, yang sessungguhnya merupakan sebuah gerakan politik yang ingin menghancurkan Negara, seperti yang kerap dilakukkan RS dan antek-anteknya selama ini, pungkas Anton Charliyan.

 

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *