Pembersihan Baliho Habib Rizieq, Anton Charliyan : Apresiasi tinggi untuk TNI dan Pangdam Jaya, bersihkan tokoh dan jaringanya sampai ke akar-akarnya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jabar – Mantan Kapolda Jawa Barat, sekaligus Tokoh Masyarakat, Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N, atau yang biasa disapa Abah Anton mengapresiasi apa yang dilakukan jajaran TNI yang telah membersihkan baliho Habib Rizieq di seluruh wilayah Indonesia.

Lebih dari 80 elemen Masyarakat di Jawa Barat dan seluruh Nusantara, yang terdiri dari Komunitas Ormas, LSM, Paguyuban Budaya, Akademisi, dan Forum Silaturahmi Santri Cinta NKRI, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pembersihan Baliho Habib Rizieq yang tergelar disetiap wilayah oleh jajaran TNI, ujar Anton Charliyan. Senin (23/11/2020).

Lanjut Anton Charliyan, Keberadaan Baliho Habib Rizieq dibeberapa wilayah di Indonesia pada kenyataanya lebih mengarah kepada Kultus Individu yang tidak sesuai dengan Aqidah Islam, dimana wujud kecintaan kepada Rosulullohpun tidak boleh bahkan diharamkan ada photo dan gambar.

Karena memang juga sih di zaman sekarang ini yang banyak memajang foto dan gambar itu hanyalah para aktor-aktor Politik mulai dari lurah sampai dengan Presiden atau sebagai anggota Parlemen yang ingin lebih dikenal oleh masyarakat, agar nantinya terpilih jadi pimpinan.

Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N,

Apakah pemasangan photo-photo Habib Rizieq saat ini juga sebagai persiapan awal ke arah itu ? karena kalau Syiar Islam itu, ajaranyalah yang disosialisaikan bukan malah Orangnya yang disosialisasikan …, Ada apa ini sesungguhnya ???

Hal ini mengindikasikan bahwa ini adalah gerakan Politik bukan gerakan Agama atau lebih kongkritnya lagi gerakan Politik yang menjual Agama, seperti gerakan-gerakan yang sudah terjadi di Timur Tengah yang dilakukan HTI, ISIS, Ikhwanul Muslimin, Al Qaeda, Jamaah Islamiah dan lainnya, yang sudah nyata-nyata tercatat dalam sejarah kemanusiaan telah menghancurkan Negara-negara di Timur tengah, bukan malah mensejahterakan, papar Anton Charliyan.

Dimana sebelumnya dengan dalih konsep Agamis berbentuk Syariah atau Khilafah merupakan cara solusi untuk mensejahterakan manusia dan Negara, tapi pada kenyaataanya semua Negara yang terbius oleh konsep tersebut, akhirnya luluh lantah, hancur lebur meninggalkan kehancuran dan Penderitaan yang sangat panjang, sebagaimana seperti yang dialami oleh Syiria, Afganistan, Libya dan Iraq.

Kita belajar sejarah, tapi kadang tidak mau belajar dari sejarah, padahal Al Quran dan kitab-kitab Samawi lainya, isinya 70% sejarah, artinya belajarlah dari sejarah agar manusia-manusia bisa bercermin dan tidak mengulangi lagi peristiwa-peristiwa kelam yang telah dialami oleh para pendahulu sebelumnya, jelanya.

Lalu jika demikian maukah kita sebagai bangsa Indonesia ikut-ikutan menderita seperti mereka di Syiria atau Afganistan ? yang sebelumnya juga sama diiming-imingi dengan jualan Agama, Negara Syariah dan Khilafah sebagai solusi kesejahtraan Dunia maupun Akhirat ??????

Untuk itu sudahlah, cukup Syiria dan Afganistan saja, jangan lagi kita tergelincir pada hal yang sama, kita jangan mau dibodoh-bodohi dengan kedok Agamis, padahal sesungguhnya adalah syahwat Politik, keinginan untuk berkuasa dan merebut Negara semata dengan menghalalkan segala cara.

Bercermin dari fakta sejarah diatas yang sesungguhnya sudah kita ketahui bersama, maka agar Negara kita terhindar dari hal tersebut, kita semua mengingatkan, rasanya tidak cukup dengan hanya bersih-bersih menurunkan Baliho saja, satu-satunya cara yang paling tepat, Negara harus mampu bersikap “Super Tegas”, segera bersihkan orang-orangnya dan jaringannya sampai dengan ke-akar-akarnya, melalui satu sistem operasi khusus dengan membentuk Satgasus tersendiri, yang anggotanya bisa gabungan TNI-Polri, Pemerintah, Akademisi dan kalangan Agamis yang Nasionalis.

Tanpa adanya pembersihan jaringan dan orang-orangnya, apa yang sudah kita lakukan dengan sangat baik ini sama saja dengan bohong, karena belum bisa dijamin hal tersebut tidak terulang kembali, Negara bisa dianggap tidak serius dan setengah hati dalam menyelesaikan masalah ini, bahkan terkesan Negara takut.

Apakah kenyataanya demikian ???

Saya yakin 100%, Negara selau hadir dan tidak pernah takut dengan siapapun.

Namun untuk pembuktianya, kita lihat actionya di lapangan ……

Semua Rakyat yang cinta NKRI, saat ini sedang menunggu dengan harap-harap cemas tindakan tegas Negara terhadap mereka semua.

Bravo Presiden, Bravo TNI, Bravo Polri

Selamat Berjuang ……………. !!!!!!!.

 

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *