Viral lagi, Ibu pulang melahirkan ditandu di jalan rusak, Kades Parakanbeusi angkat bicara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Belum hilang dari rasa prihatin atas keluhan seorang warga dari Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak yang belum lama mengkritik Pemerintah soal kerusakan jalan dengan mengunggah video seorang ibu hamil tengah ditandu memakai bambu dan kain sarung sontak viral di media sosial

Lagi-lagi, Postingan serupa kembali terjadi mengeluhkan kerusakan jalan. Kali ini, dari Desa Parakanbeusi, Kacamatan Bojong manik, Kabupaten Lebak, Banten. beredarnya foto-foto di Media Sosial (medsos) liwat akun facebook bernama TiOt TiOt dan di share oleh akun lain hingga viral. setelah dilakukan konfirmasi oleh mitrapol.com pemilik akun tersebut mengaku bernama Syahrul merupakan warga Kampung Karang balang. sementara ibu yang di tandu sepulang melahirkan bernama Siti khodijah yang tak lain merupakan saudaranya.

“Iya pak, mau pulang dari Puskesmas namanya Ibu Siti khodijah, adanya cuma motor, bayinya sudah duluan di gendong neneknya,” terang Syahrul menjawab pertanyaan saat di hubungi via mesenger pada Selasa, (24/11/2020).

Kepala Desa Parakanbeusi Pulung, ketika dihubungi mitrapol.com membenarkan jika foto viral liwat facebook milik warganya tersebut merupakan poros jalan di Desa Parakanbeusi, namun menurut dia, persoalan seorang ibu yang ditandu itu sebenarnya akibat tidak akses untuk kendaraan roda empat lantaran jembatan kali Ciujung baru bisa di lintasi kendaraan roda dua.

“Kalau ada jembatan pasti mobil bisa masuk bahkan saya sendiri siap yang nyetir karena saya yakin meski batu perkerasan batu jalan itu bisa dilintasi mobil cuma gimana mau masuk kalau jembatannya belum ada,” ujar Pulung pada Senin malam, (23/11/2020).

Terkait jembatan Ciujung, Pulung lanjut menjelaskan bahwa sudah diproyeksikan bakal dibangun tahun 2021, Bahkan kata dia lagi, pengukuran jembatan itu sudah di lakukan oleh pihak Dinas PUPR Kabupaten Lebak

“Kami sudah ajukan Jembatan itu juga sudah ada pengukuran oleh pihak Dinas rencananya mau di bangun tahun depan,” tukasnya

Ditanya soal kelanjutan postingan foto pada akun facebook TiOt TiOt milik Syahrul yang sudah viral, Kepala Desa Parakan besi mengaku tidak akan mempersoalkan itu lantaran sebuah kewajaran jika ada warga yang mengkritisi dirinya selaku pimpinan pada Pemerintahan Desa Parakanbeusi.

“Itu hal wajar, apalagi tahun ini menjelang Pilkades tahun 2021lagipula saya tau benar warga yang memposting selama ini memang selalu berbeda haluan politik dengan saya,”Pungkasnya

Sudah sewajarnya seorang warga menyampaikan aspirasi dan pendapat, tidak bisa dipungkiri media sosial menjadi salahsatu akses cepat untuk mendapat respon warganet hingga sampai ke telinga pejabat. tentunya, tidak perlu seorang oknum pejabat berpikir soal Undang – Undang ITE selama tujuan warganya positif tanpa niat merugikan orang lain dengan menyebar informasi bohong (Hoax) Sifat legowo Kepala Desa Parakanbeusi menaggapi kritikan tersebut menunjukan jiwa besar dari sosok pemimpin Pemerintahan Desa yang siap menampung aspirasi masyarakatnya.

 

 

Pewarta : Ubay Pol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *