Dugaan suap Puskesmas Perlayuan, Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Majelis Hakim Tipikor PN Medan, menolak eksepsi terdakwa M.Haitamy Jasni SKM dan Hilda Mila, terkait perkara suap pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Perlayuan.

Hakim ketua Syafrin Batubara dalam putusan selanya, Kamis (26/11/2020) menyebutkan, eksepsi (keberatan atas dakwaan) yang diajukan terdakwa tidak dapat diterima, karena telah memasuki pokok perkara.

“Majelis hakim tidak sependapat dengan PH terdakwa, sebab eksepsi telah memasuki pokok perkara, ” jelas hakim ketua dalam sidang virtual di ruang Cakra-3 PN Medan.

Perlu diketahui, eksepsi yang diajukan PH (Penasihat Hukum) terdakwa, advokat Sai Rangkuti meminta majelis hakim untuk menolak dakwaan jaksa, sebab tidak jelas, tidak cermat dan tidak lengkap.

Dalam dakwaan JPU M.Husairi disebutkan, M.Haitamy Jasni SKM (43), Plt Kepala Puskesmas Perlayuan, Hilda Mila (45) Pengelola dana BOK, dan Suburiyah Daulay (34) selaku bendahara ( tidak mengajukan eksepsi).

Ketiganya, secara tanpa hak memotong dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) TA 2019, Puskesmas Perlayuan Jalan Bola Kaki No.1 Pulo Padang, Kec. Rantau Utara, Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Peristiwanya, 9 Agustus 2019, para terdakwa melakukan penarikan Dana BOK senilai Rp. 162.650.760, di Bank Sumut Cabang Rantauprapat.

Rencananya, Dana BOK itu dibagikan kepada 44 orang pegawai Puskesmas Perlayuan, namun terdakwa membagikan dana itu, setelah masing-masig dipotong 25 persen

Para terdakwa diancam Pasal 12 huruf (f) UU Nomor : 31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana.

 

 

Pewarta : (ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *