Warga Kampung Tempel, meminta Polisikan Geuchik perihal dugaan Ijazah Aspal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, LHOKSUKON – Warga Gampong Kampung Tempel, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara kembali mempolisikan geuchik (kepala desa) tersebut atas perihal dugaan ijazah aspal (asli tapi palsu) SMA, sementara menurut narasumber ijazah yang dimiliki hanyalah tamatan SD.

Seorang warga desa itu, yang peduli dengan kasus tersebut mengaku sudah melaporkan perihal dugaan ijazah aspal yang diandalkan geuchik untuk persyaratan administrasi pencalonan Kepala Desa. Pihaknya melaporkan secara resmi ke Polres Aceh Utara untuk yang kedua kalinya dengan pendampingan pengacara hukum.

“Saya laporkan melalui pengacara karena saya buta hukum. Orang ini (polisi) sudah datang yang kedua ke Medan jumpa kepala dinas Pak Saud dan masalah ini sudah (digelar perkara),” ungkap warga kepada wartawan, Minggu (20/11/2020).

Sumber anonim ini menambahkan, pengacaranya menegaskan tetap bertahan memperjuangkan kasus dari awal dengan kliennya dan ini memaknakan bahwa tidak mau ada kata damai dalam kasus ini, karena tujuannya untuk menuntut keadilan dan kebenaran.

Sementara Geuchik yang bersangkutan berinisial DW membantah keras terkait masalah dugaan ijazah aspal tersebut. DW mengaku masalah ini pernah digugat, bahkan berkas ijazah juga sudah dibawa ke Polda Sumut oleh petugas Reskrim Polres Aceh Utara sekitar empat bulan yang lalu.

“Tapi enggak terbukti. Di barcode itu memang terdaftar. Kalau itu kan masih ditangani di Polres karena kemarin itu kan mereka memakai pengacara karena tidak puas dengan hasil yang pertama. Mereka menggunakan pengacara lagi dan sekarang masih ditangani kanit res lagi,” ucapnya melalui sambungan telepon seluler.

 

 

Pewarta : MA

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *