LASKAR Minta Aparat Penegak Hukum Ungkap “Misteri Kejahatan” di Kabupaten Nagan Raya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kab Nagan Raya – Kejahatan illegal mining,illegal loging, mafia minyak serta perampasan tanah masyarakat sangat dahsyat berlangsung di Kabupaten Nagan Raya tanpa ada halangan yang berarti oleh aparat Penegak Hukum di wilayah tersebut.

Penelusuran team Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR), jika kejahatan tersebut sudah berjalan cukup lama di Kabupaten Nagan Raya sehingga alam yang kaya tersebut membuat “sebagian besar” masyarakatnya hidup miskin.

Kabupaten Nagan Raya terkenal sebagai Daerah penghasil emas dan kelapa sawit itu, ternyata hanya dapat di nikmati oleh segelintir orang yang mempunyai “kekuasaan” sehingga membuat “masyarakatnya miskin” dan tidak berani menuntut keadilan.

Berdirinya perusahaan -perusahan besar pengelola kelapa sawit justru tidak membuat masyarakatnya lebih sejahtera bahkan mereka seakan-akan menjadi “budak” di Negerinya sendiri.

Perusahan-perusahaan sawit di daerah tersebut terindikasi banyak yang menunggak pajak dan tidak menyalurkan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) nya bahkan tidak mengurus limbahnya dengan baik sesuai aturan yang berlaku dan diduga banyak juga izin HGU yang didapatkan serta dijalankan tidak sesuai prosedur yang berlaku ujar Ketum LASKAR.

Ketua Umum Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR), Teuku Indra Yoesdiansyah,SKM.SH “berteriak lantang” kepada aparat Penegak Hukum di Nagan Raya agar dapat “membuka mata” dalam menjalankan amanah yang telah diberikan oleh Negara, sehingga dapat dijalankan secara benar dan baik untuk dapat dipertanggung jawabkan kepada Negara ucapnya kepada awak media Mitrapol.

Ketua Umum LASKAR meminta Kapolda Aceh agar segera mengevaluasi kinerja Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Fadillah Aditya Pratama SIK selama ini, karena dinilai “lalai” dan “tidak maksimal” menjalankan tugasnya sehingga banyak kejahatan di Kabupaten tersebut yang belum dapat ditangani secara baik, contohnya masalah illegal mining,illegal loging dan permainan minyak illegal oleh si kancil Cs.

Teuku Indra menyoroti penangkapan beberapa unit exavator yang sudah “tua” oleh Kepolisian Nagan Raya dan sejumlah jerigen minyak ilegal beberapa waktu yang lalu,” Apa Polres Nagan Raya tidak mampu menangkap exavator yang baru-baru dan menagkap si Kancil Cs yang terkenal sebagai pemain minyak illegal di Kabupaten Nagan Raya itu.?, janganlah yang kecil-kecil aja ditangkap, cobalah yang besar sekali-sekali “sayanglah uang Negara digunakan jika Cuma itu hasilnya” ungkap Ketum LASKAR.

Kapolres Nagan Raya Bapak AKBP Risno,S.I.K tentu tidak dapat bekerja secara maksimal seorang diri jika tidak didukung oleh jajaran dibawahnya terutama Kasat Reskrimnya yang menjadi “ujung tombak” dalam menjalankan aturan hukum demi menumpas segala kejahatan secara maksimal di Wilayah kerjanya itu.

Ketum LASKAR meminta Pihak berwenang memeriksa semua Perusahaan-Perusahaan di Kabupaten Nagan Raya, baik itu izin HGU,CSR,Dana Plasma,Limbah,Pajak dan aturan-aturan lainnya yang telah diatur oleh undang-undang dan aturan-aturan yang mengikat lainnya serta disiarkan secara terbuka setiap hasil pemeriksaannya nanti ke public agar “jangan ada dusta di antara kita” dikarenakan hal tersebut juga diatur dalam undang-undang keterbukaan public tutupnya.

Naaah, akankah Kapolda Aceh akan mendengar jeritan LASKAR, guna tegaknya hukum di Kabupaten Nagan Raya tersebut…?

Siapakah pemain HGU di Kabupaten Nagan Raya…?
Dimanakah Bupati Nagan Raya terkait hal tersebut…?

B E R S A M B U N G…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *