Perkara dugaan suap PU Medan, hakim diminta bebaskan Nusiruan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan -Majelis hakim diminta untuk membebaskan terdakwa Nusiruan dari unsur dakwaan dan tuntutan jaksa, sebab tidak terbukti bersalah, secara melawan hukum memaksa seseorang untuk memberi sesuatu, berupa uang.

Hal itu dikatakan Advokat Fitra Yufina dan Eparia, selaku penasihat hukum terdakwa Nusiruan dalam notabelaan (pledoi) yang dibacakan dalam persidangan virtual di ruang Cakra-3 PN Medan, Senin (30/11/2020).

Disebutkan, pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang tertuang dalam tuntutan jaksa, itu artinya perbuatan dilakukan lebih dari satu orang dan dilakukan secara bersama-sama.

Berdasar pasal 55 itu, tambah Fitra Yufina dalam persidangan dipimpin hakim ketua Bambang Winarno, semestinya perlakuan harus sama Jika satu orang tidak dijadikan terdakwa, maka yang lain juga tidak dijadikan terdakwa.

“Kenyataannya, hanya satu orang dijadikan terdakwa, padahal jaksa menyebutkan cara bersama-sama. Untuk itu kami mohon kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan, ” jelas Fitra Yufina.

Perlu diketahui, terdakwa Nusiruan (53), Kepala UPT Operasional Pemeliharaan Jalan dan Drainase Medan Utara, Dinas PU Kota Medan, dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Menurut JPU Christian Sinulingga, terdakwa terbukti bersalah, tanpa hak dan melawan hukum, memaksa seseorang untuk memberikan sesuatu berupa uang.

Terdakwa melanggar pasal 12 huruf-e UU No 31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Menurut JPU, terdakwa secara melawan hukum mengutip uang para pekerja honor Dinas PU Kota Medan. Dalam melakukan aksinya, terdakwa dibantu oleh ketua kelompok Amin Santoso alias Amin dan Anrianto alias Kayo.

Belakangan, petugas Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan mengamankan terdakwa dari ruangannya, Senin 13 April 2020, berikut barang bukti uang yang dikumpulkan dari para honorer.

Disebutkan, terdakwa sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan untuk menguntungkan diri sendiri, secara melawan hukum, menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu berupa uang.

 

 

Pewarta : (ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *