Gali Cadas Parit Galunggung, Anton Charliyan : Hanya orang hebat dan luar biasa yang sanggup

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tasikmalaya Jabar – Aktifitas Gali Parit atau membuat saluran air merupakan warisan adat tradisi dan budaya leluhur masyarakat di kawasan Gunung Galunggung sejak zaman dahulu. Parit ini fungsinya sebagai saluran untuk mengalirkan air ke Sawah atau Perkebunan. Selain itu juga bisa untuk membuat sumber Mata Air baru, bahkan dizaman dulu digunakan juga sebagai Parit Pertahan selama perang.

Patut diacungkan Jempol, dimana budaya menggali Parit ini ternyata masih bisa dipelihara oleh para generasi penerusnya sampai saat ini, ungkap Mantan Kapolda Jabar yang juga pemerhati budaya dan sejarah, Irjen Pol. (P) Dr. H. Anton Charliyan MPKN yang kini lebih dikenal dengan panggilan akrab Abah Haji Anton kepada awak Media, Sabtu (28/11/2020).

Lanjut Abah Anton, Budaya menggali Parit saat ini sedang dilakukan oleh para penerusnya, antara lain, Ma Eroh peraih penghargaan Kalpataru Tahun 1988 dan Pahlawan Lingkungan dari PBB 1989, bersama Abdul Rozak dari Cikadu Cisayong dan saat ini yang masih hidup Abah Harun (92) dari Malaganti peraih SCTV award 2017, serta seluruh warga dan para relawan saat ini sedang mencoba membuat saluran air yang bersumber dari mata air Curug Cinila, di Puncak Bukit Galunggung, di Ds Sukaharja, Kec. Sariwangi Tasikmalaya.

Dengan jarak tempuh sekitar 1 jam berjalan Kaki, melewati sekitar 4 Bukit Kecil yang cukup curam, Abah Anton beserta rombongan yang terdiri dari Gasantana Kang Hadi, Pecinta Reptil Tasik Bah Iwan Opet, Kang R. Dicky dari Soekapera dan Ki Dadang, Ki Danu, Ki Lanang Ustad Okky dari Macan Ali serta Fikri tim youtuber, mereka berangkat bersama-sama menuju lokasi pembuatan Saluran Parit untuk ikut terjun langsung membantu Abah Harun dan Masyarakat setempat menggali Parit yang sedang dikerjakan di Cinila.

Route yang dilalui para relawan tersebut, merupakan jalur yang mereka lewati setiap hari apabila mau berangkat kerja bakti, sebuah route yang cukup panjang yang memerlukan fisik yang prima, disamping semangat yang tinggi dan juga Niat yang tulus.

Sampai saat ini Abah Harun dan Masyarakat setempat serta para relawan terus bekerja dan bekerja, konon kabarnya pengerjaan ini sudah dimulai sejak Tahun 1965 dan dilanjutkan lagi Tahun 2004, hal ini tidak mungkin terjadi bila Masyarakat Galunggung dan sekitarnya tidak memiliki semangat yang tinggi, tekad Baja, dan ethos kerja yang tanpa kenal lelah, ulet, pantang menyerah, dan dibekali dengan niat tulus ikhlas, suci bersih dan mulia, tanpa mengharapkan pamrih apapun juga, semata-mata ibadah karena Allah SWT, untuk kepentingan masyarakat banyak, demi kelangsungan hidup anak, cucu kelak dikemudian Hari.

Sebuah pengabdian yang luar biasa, yang menjadi ciri khas dari Masyarakat Galunggung Tasikmalaya, yang harus bisa menjadi warisan dan inspirasi, untuk kita semua, seluruh warga masyarakat Sunda dan seluruh Masyarakat Indonesia, khususnya para Generasi Mudanya, karena hal ini menurut saya pribadi merupakan pekerjaan yang sangat luar biasa, tidak semua orang mau datang kesini menyumbangkan tenaga dan materinya.

Hanya orang-orang yang luar biasa pulalah yang siap berkorban disini mau menjadi Relawan, tegas abah Haji Anton.

Abah Anton juga menghimbau sekaligus menantang kepada para generasi muda,”Kalau ingin jadi Orang yang luar biasa, kalau ingin mendapat gelar sebagai nanusia yang ulet dan pantang menyerah, datanglah kesini dan bantulah masyarakat disini, dengan menjadi Relawan, Empat Jempol untuk anda kalau berani,” tantang Abah Anton.

Pengerjaan saluran air Parit Cinil telah dilaksanakan sejak Tahun 2005 silam, dilakukan dengan cara mengupas tebing, membuat Galian Parit diketinggian 100 M s/d 150 M, dengan counter tanah lurus 90 Derajat, hingga pada suatu waktu, tiba juga saatnya harus bergelantungan pada seutas tali untuk membuat terusan air di Jurang yang curam, bahkan sebelumnya pernah ada yang meninggal jadi Korban yakni Mang Atang sahabatnya Abah Harun, namun pekerjaan ini tetap dilanjutkan, dari hari ke hari berangsur makin panjang dan kini telah memasuki kawasan Hutan Pinus, yang kemudian bakal terus dilakukan penggalian hingga air benar-benar bisa dialirkan sesuai dengan harapan.

Abah Harun, orang yang sebelumnya sukses membuat saluran air sejak pertama proses penggalian terus bekerja sampai saat ini. Kendatipun dirinya tidak memiliki sepetak tanah pun, apalagi sawah ataupun kolam yang membutuhkan Air untuk pengairan, namun upaya itu tidak berhenti dilakukannya, dengan tujuan agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi sesamanya dengan nyata bukan hanya kata-kata saja, hanya itu harapan Abah Harun.

Abah Harun ingin mewariskan sesuatu yang berharga bagi anak cucunya nanti,”Alhamdulillah setiap hari Kamis dalam satu Minggu saya selalu datang kesini untuk melanjutkan pengerjaan pembuatan saluran air ini. Impian saya, saat air mengalir dan bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat, saya masih diberikan umur panjang, agar masih bisa tersenyum untuk menikmati segala jerih payah saya, serta bersyukur atas segala nikmat kekuatan dan kesehatan, penggalian Parit ini, semata-mata atas kehendak Allah SWT,” pungkas Abah Harun.

 

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *