Pembangunan jalan Onderlagh Desa Labuhan Ratu VII Lampung Timur,di Mark Up

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Pembangunan jalan onderlagh di desa Labuhan Ratu VII,Lampung Timur ada dugaan mark,up anggaran.Dugaan sementara terjadi dari pembelian sejumlah material bangunan, berupa batu belah dan pembayaran upah tenaga kerja.

Hal ini terungkap dari hasil konfirmasi tim media bersama TPK dalam pembangunan tersebut .Terjadinya mark,up anggaran yaitu dari selisih harga pembelian material batu belah dan pembayaran upah bagi pekerja yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) sebagai acuannya.

Sujoko,selaku Ketua TPK pembangunan desa Labuhan Ratu VII Lampung Timur , mengungkapkan jumlah nilai uang untuk pembelian material batu belah dan biaya upah bagi para pekerja.

“Terus terang saja,enggak di tutup – tutupi,waktu itu pekerja banyak sekali sejak mulainya Covid-19.Kami membayar upah bagi tenaga kerja perhari sebesar Rp.90.000.Kemudian beli material batu belah permobil Rp.730.000 berisi lima kubik.Surat jalan ( DO ) sudah saya serahkan semua kepada pak Lurah ,”ungkap Joko,Senin ( 30/11/20).

Sujoko menambahkan,tidak mengetahui mengenai pembayaran maupun harga pembelian material batu belah.Ia mengatakan,semua telah di kondisikan oleh Kades Labuhan Ratu VII Lampung Timur.

” Semua permasalahan material batu yang tau pak Abdul Manap.Mengenai pembayaran batu belah dan deal -dealan semua pak Lurah Sumarno.Saya hanya pelaksana tugas dilapangan.Tim pendamping.Kami mengakui ada kesalahan,karena pendamping desa juga jarang datang ke lapangan,” tambahnya.

Sementara itu,terkait adanya temuan dugaan mark,up anggaran dan permasalahan yang terjadi.Pendamping desa, saat dihubungi tim media mengatakan akan memberikan penjelasan di Kecamatan Labuhan Ratu VII.

“Saya masih dijalan pulang ke 39 Metro pak,besok saya jelaskan dan kita bertemu di kantor kecamatan Labuhan Ratu VII “, katanya.

Adapun beberapa kegiatan pembangunan yang berlokasi di dusun I, II desa Labuhan Ratu VII Lampung Timur melalui anggaran dana desa, tahun 2020,yaitu :

– Pembangunan jalan Telford, berlokasi di dusun I dan II,Volume : 1.430 x 3 meter menelan anggaran Rp.284.906.000.
– Pembangunan Drainase, Berlokasi di dusun I, Volume: 892 x 0.6 x 0.25 meter menelan anggaran 290.792.000
– Pembangunan gorong – gorong plat, berlokasi di dusun 1, Volume 6 meter x 1 unit, menelan anggaran Rp.8.295.000
– Pembangunan gorong – gorong plat, berlokasi di dusun I,Volume 6 mtr x 6 unit,menelan anggaran Rp.38.980.000

Temuan dilapangan,telah terjadi dugaan mark,up anggaran dari pembelian material batu belah.Sebagai harga acuan dalam RAB pembelian batu belah yaitu Rp.190.000 perkubik.Namun fakta dilapangan pembelian material batu belah hanya Rp.146.000 perkubik.Artinya ada dugaan mark,up dan selisih harga sebesar Rp. 44.000 perkubik.Selain itu juga,temuan ini belum termasuk selisih dalam pembayaran upah tenaga kerja sebesar Rp.90.000 yang tidak sesuai dengan acuan RAB.

Kedepan tim media akan meminta penjelasan kepada Sumarno selaku Kades Labuhan Ratu VII,Lampung Timur.Terkait adanya selisih harga dalam pembelian material batu belah dan upah tenaga kerja.

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *