Dugaan pelanggaran penggunaan BOS Afirmasi dan BOS Kinerja di SMK Krida Wacana

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lamteng – Untuk membantu kegiatan oprasional sekolah dan mendukung kegiatan belajar mengajar yang belum tercukupi dari dana Bantuan Oprasional Sekolah reguler serta sebagai bentuk penghargaan atas kinerja sekolah, pemerintah telah memberikan Bantuan Oprasional Sekolah afirmasi dan dana bantuan oprasional kinerja.

Penyaluran bantuan tersebut harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No : 24 Tahun 2020 Tentang Juknis BOS Afirmasi dan BOS Kinerja,

Disebutkan dalam Pasal 4 ayat (1) huruf (a) : Memiliki profesi siswa dari keluarga miskin yang lebih banyak, (b) : Menerima dana bos reguler yang lebih rendah, (c) Memiliki profesi Guru yang bersetatus PNS/ Guru tetap yayasan yang lebih kecil.

Pasal 7 ayat (2) : Penggunaan dana bos afirmasi dan dana bos kinerja tidak dapat digunakan untuk membiayai Belanja yang sudah dibiayai secara penuh oleh sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Kepala SMK Krida Wacana, Sucipti S.Pd

Menindaklanjuti Kepmen tersebut, awak media mencoba menemui Kepala SMK Krida Wacana, Kec. Anak Tuha untuk mengkonfirmasi terkait dana bantuan BOS afirmasi/ BOS kinerja yang sudah diterimanya.

Saat ditemui, Kepala SMK Krida Wacana, Sucipti S.Pd dengan tegas mengatakan bahwa dana tersebut sudah disalurkan sesuai dengan SOP, yaitu untuk membayar honor Guru, beli komputer, printer dan membuat saluran air untuk cuci tangan, ujarnya. Senin (30/11/2020).

Menurut aturan yang ada, Gajih atau Honor Guru mutlak sudah dianggarkan dari dana Bos Reguler dan Dana Komite, bahkan awak media juga dilarang untuk datang melihat fisik sekolah tersebut,

“Buat apa kesana, bukannya tugas LSM dan media itu bersifat membangun, sampean selaku media bukan tupoksi sampean mempertanyakan dapur sekolah kami, karena yang berhak tau dapur kami itu hanya Dinas terkait, BPK, dan Inspetorat karena itu rahasia sekolah kami,” ungkapnya.

Karena penasaran, awak media datang melihat keadaan fisik sekolah tersebut, ternyata sekolah tersebut tidak mempunyai Plang Sekolah dan kondisi beberapa bangunan dalam keadaan rusak tidak terawat.

Menanggapi temuan ini, awak media akan mempertanyakan hal ini kepada Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Bersambung ……..

 

 

Tim Mitrapol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *